Hadapi Pilpres, Mahasiswa Diminta Tak Buta Politik

  • 03 Juli 2014
  • Umum
Hadapi Pilpres, Mahasiswa Diminta Tak Buta Politik

Menghadapi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014, mahasiswa diminta tidak buta politik. Mahasiswa semestinya menjadi garda terdepan untuk ikut berperan menciptakan Pilpres yang demokratis dan jurdil. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Mahasiswa Unud, Ida Bagus Angga Purana Pidada, pada Seminar Nasional Gerakan Sejuta Mahasiswa Pengawas Pemilu di Ruang Seminar Doktor Fakultas Ekonomi Unud, Rabu (2/7) kemarin.

Menurut Angga, mahasiswa jangan ikut-ikutan buta kekuasaan, buta uang receh, dan apalagi buta politik. Mahasiswa harus ikut berpartisipasi dalam Pilpres 2014. “Kita, mahasiswa akan tampil untuk mengawasi Pilpres nanti. Sehingga para peserta Pemilu tidak melakukan pelanggaran.

“Mahasiswa harus memiliki hati yang super. Yang ikhlas mengabdi kepada bangsa dan Negara, dengan ikut terlibat menjadi relawan pengawas pelaksanaan Pilpres,” tandas Angga, yang juga menjadi ketua panitia dalam seminar tersebut. Kata dia, mahasiswa tidak perlu ragu untuk menjadi pahlawan. Pahlawan yang berhati super, menjadi relawan pengawas Pemilu.

Seminar nasional yang dilaksanakan atas kerjasama Bawaslu Bali dan Unud tersebut menampilkan Dekan FISIP Unud, Dr. I Gusti Bagus Suka Arjawa, dan anggota Bawaslu Bali, Ketut Sunadra, sebagai pembicara.  Seminar diikuti lebih dari 300 mahasiswa dari berbagai jurusan.

Menurut Suka Arjawa, dalam sejarahnya Pemilu, tidak ada kampanye yang sehebat Pilpres kali ini. Itu karenanya hanya diikuti oleh dua pasangan calon. Kampanye tidak hanya dilaksanakan di media cetak dan elektronik, tetapi setiap detik berlangsung di media social. “Suasananya sangat menegangkan,” ujar Suka Arjawa.

Oleh karena itu, menurut dia, perlu dilakukan pengawasan yang sangat ekstra dari kelompok yang mempunyai hati nurani murni. Mereka adalah para mahasiswa. Mahasiswa itulah yang nantinya harus menyelamatkan suara rakyat dan menyelamatkan Pilres nanti.

Sementara itu, anggota Bawaslu Bali, Ketut Sunadra, merasa berbangga karena mahasiswa antusias bergabung dalam Gerakan Sejuta Mahasiswa Pengawas Pemilu. Kata dia, keterlibatkan para mahasiswa untuk mengawasi Pilpres sangat diperlukan untuk mengurangi terjadi pelanggaran-pelanggaran. “Kami berharap mahasiswa ikut secara aktif menjadi pengawas Pilpres agar berlangsung demokratis dan jurdil,” tandas Sunadra. (sum: Denpost)

  • 03 Juli 2014
  • Umum

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita