Arus Informasi Digital dan Ancaman Disinformasi, Bawaslu Ajak Pemuda Lebih Kritis
|
Gianyar, Bawaslu Bali — Derasnya arus informasi di era digital yang tidak selalu disertai dengan akurasi kebenaran menjadi salah satu tantangan baru bagi kualitas demokrasi. Di tengah kemudahan akses informasi, masyarakat, terutama generasi muda, dituntut memiliki kemampuan literasi yang lebih kritis agar tidak mudah terjebak pada disinformasi maupun narasi yang menyesatkan.
- Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian yang disampaikan Ketua Bawaslu Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, saat menghadiri kegiatan konsolidasi demokrasi bersama Sekaa Truna Raksa Mandala Banjar Buruan, Gianyar pada Kamis malam (12/3/2026).
- Menurut Suguna, generasi Z merupakan kelompok yang paling dekat dengan perkembangan teknologi informasi. Kemudahan memperoleh informasi melalui berbagai platform digital harus diimbangi dengan sikap bijak dalam menyaring serta memahami setiap informasi yang diterima.
- “Generasi Z saat ini memiliki akses informasi yang sangat luas dan cepat. Karena itu, para yowana perlu memiliki sikap kritis dan bijak dalam mencerna informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar,” ujarnya.
- Ia menjelaskan bahwa teknologi juga dimanfaatkan oleh Bawaslu sebagai sarana untuk memperluas jangkauan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai program pengawasan pemilu, baik pada tahapan pra maupun pascapemilu.
- Selain itu, secara demografis jumlah generasi Z yang cukup besar menjadikan kelompok ini memiliki peran strategis dalam menentukan arah demokrasi ke depan. Oleh karena itu, Bawaslu memandang penting untuk terus menyosialisasikan pemahaman mengenai hak pilih serta prinsip dasar pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil kepada generasi muda.
- Pada masa pascapemilu, kegiatan konsolidasi demokrasi juga diarahkan untuk memperkuat kesadaran generasi muda terhadap berbagai potensi kerawanan demokrasi, termasuk praktik politik uang maupun penyebaran disinformasi yang dapat merusak integritas proses demokrasi.
- Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Bali juga mendorong para pemuda desa untuk tidak hanya menjadi pemilih, tetapi turut berperan aktif dalam pengawasan partisipatif serta menyampaikan aspirasi dan pandangan mereka terhadap dinamika demokrasi di tingkat lokal.
- “Keterlibatan generasi muda sangat penting untuk menjaga agar demokrasi tetap berjalan secara sehat dan berintegritas,” pungkas Suguna.
Foto dan Penulis : HMS Bawaslu Bali
Editor : HMS Bawaslu Bali
Tag
Bawaslubali