Bertutur Demokrasi Lewat Wayang, Bawaslu Gandeng Dalang Muda di Karangasem
|
Karangasem, Bawaslu Bali - Upaya merawat ingatan publik terhadap pentingnya demokrasi dilakukan melalui pendekatan budaya. Bawaslu Bali menggelar konsolidasi demokrasi bersama seniman dalang muda di Desa Manggis, Kabupaten Karangasem, Rabu (25/3/2026).
Saat Konsolidasi, Anggota Bawaslu Bali, Gede Sutrawan menempatkan seni wayang sebagai medium krusial dalam penyampaian pesan demokrasi kepada masyarakat. Pendekatan budaya dinilai lebih efektif untuk menjangkau publik secara informal, sekaligus memudahkan pemahaman nilai-nilai demokrasi yang kerap dianggap abstrak.
Ia menambahkan, dalang memiliki posisi strategis sebagai penutur nilai di tengah masyarakat. Melalui narasi yang disampaikan dalam pementasan, pesan tentang pentingnya mengawal kekuasaan, menilai kinerja wakil rakyat, hingga menjaga kedaulatan dapat diterima secara lebih kontekstual.
“Dalang memiliki posisi strategis sebagai penutur nilai. Dari sana, pesan tentang pentingnya mengawal kekuasaan, menilai kinerja wakil rakyat, hingga menjaga kedaulatan, dapat disampaikan secara halus namun mengena. Demokrasi pada akhirnya adalah soal bagaimana rakyat tetap menjadi subjek yang berdaulat, bukan sekadar objek dalam setiap kontestasi,” katanya.
Kehadiran Sutrawan dalam konsolidasi demokrasi ini bukan tanpa dasar, menurutnya, demokrasi tidak berhenti pada momentum pemilihan. Pemilu merupakan proses berkelanjutan yang menuntut partisipasi aktif masyarakat, tidak hanya dalam memilih, tetapi juga menilai hasil pemerintahan sebagai dasar menentukan pilihan pada periode berikutnya.
“Demokrasi tidak cukup dipahami sebagai peristiwa lima tahunan semata. Ia adalah proses yang hidup, yang harus terus dirawat kesadarannya di tengah masyarakat. Melalui seni wayang, kami ingin menghadirkan cara bertutur yang lebih membumi, agar nilai-nilai kedaulatan rakyat dapat dipahami sekaligus dirasakan,” pungkasnya.
Konsolidasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas pendekatan pengawasan partisipatif, dengan melibatkan komunitas budaya sebagai mitra strategis dalam menjaga kualitas demokrasi.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Bali
Editor: Humas Bawaslu Bali