Lewat 'Ngabuburit Pengawasan', Bawaslu Dorong Ekosistem Demokrasi Inklusif di Tabanan
|
Tabanan, Bawaslu Bali - Integritas Pemilihan Umum (Pemilu) tidak bisa hanya bersandar pada pundak penyelenggara. Demokrasi yang sehat dan berintegritas mutlak membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Anggota Bawaslu Provinsi Bali, I Wayan Wirka, saat menghadiri agenda "Ngabuburit Pengawasan" yang digelar Bawaslu Kabupaten Tabanan bersama keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tabanan di Sekretariat Lazisnu, Kediri, Minggu (8/3).
Wirka menyoroti pentingnya ruang kebebasan bagi masyarakat dalam menentukan pilihan politiknya. Bawaslu, kata dia, hadir memegang mandat undang-undang demi memastikan hak pilih setiap warga negara terlindungi dengan baik.
"Prinsip satu orang satu suara adalah fondasi paling utama untuk menentukan kualitas perwakilan kita, baik di kursi eksekutif maupun legislatif. Di sinilah masyarakat harus hadir, bukan hanya sebagai pemilih, tetapi sebagai pengawas," ujar Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi tersebut.
Guna mewujudkan ekosistem tersebut, Wirka mengajak masyarakat luas, khususnya basis kultural seperti keluarga besar NU di Tabanan, untuk berani mengambil peran sebagai pengawas partisipatif. Bawaslu sendiri secara konsisten terus memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.
"Ekosistem pengawasan pemilu yang inklusif harus kita bangun bersama. Semakin banyak mata masyarakat yang ikut mengawasi prosesnya, maka akan semakin kuat pula integritas pemilu yang kita hasilkan," tegasnya merepresentasikan visi pengawasan Bawaslu Bali.
Menyambung gagasan tersebut, Anggota Bawaslu Kabupaten Tabanan, I Made Winarya, mengapresiasi antusiasme kehadiran elemen GP Ansor dan Muslimat NU setempat. Ruang silaturahmi ini dinilai menjadi medium yang efektif untuk mentransfer nilai-nilai pengawasan dengan pendekatan yang lebih membumi.
Di sisi lain, Ketua DPC Lazisnu Kabupaten Tabanan, Agus Herianto, menyambut baik sinergi lintas lembaga ini. Ia menyebut bahwa kegiatan ini beririsan erat dengan program Solidaritas Ramadan yang digagas Lazisnu.
"Momentum Ramadan ini menjadi wadah mempererat kebersamaan sekaligus membangun komunikasi lintas elemen. Kami berharap sinergi antara Bawaslu dan masyarakat ini mampu menjaga kualitas demokrasi, khususnya dalam menyongsong Pemilu 2029 mendatang," pungkas Agus.
Penulis dan Foto : Humas Bawaslu Bali