Lompat ke isi utama

Berita

Pemilih Pemula dan Kesadaran Mengawasi Demokrasi Jadi Sorotan Bawaslu Bali

Anggota Bawaslu Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma menghadiri kegiatan Uji Kompetensi (UK) kelas XII di SMK PGRI 3 Denpasar

Anggota Bawaslu Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma menghadiri kegiatan Uji Kompetensi (UK) kelas XII di SMK PGRI 3 Denpasar

Denpasar, Bawaslu Bali - Anggota Bawaslu Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma, menegaskan pentingnya peran generasi muda, khususnya pemilih pemula, dalam membangun kesadaran kolektif bahwa demokrasi tidak hanya soal menggunakan hak pilih, tetapi juga tentang memastikan setiap prosesnya berjalan jujur dan adil.

Ditemui usai menghadiri kegiatan Uji Kompetensi (UK) kelas XII di SMK PGRI 3 Denpasar, Wiratma menyampaikan bahwa pemilih pemula memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas demokrasi ke depan.

“Pemilih pemula jangan hanya hadir sebagai angka dalam partisipasi pemilu. Mereka harus tumbuh menjadi warga yang sadar bahwa demokrasi perlu diawasi. Tanpa pengawasan, demokrasi bisa kehilangan arah dan hanya menjadi prosedur formal,” ujarnya pada Rabu (15/4).

Menurutnya, tantangan utama demokrasi saat ini bukan semata pada tingkat partisipasi, tetapi pada sejauh mana publik memiliki kesadaran untuk terlibat aktif dalam mengawasi setiap tahapan pemilu.

Ia menilai, generasi muda memiliki modal besar berupa akses informasi dan keberanian berekspresi. Namun, tanpa dibarengi dengan literasi demokrasi yang kuat, potensi tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap kualitas proses elektoral.

“Anak muda hari ini punya akses informasi yang luas. Ini kekuatan. Tapi harus diiringi dengan kesadaran kritis, mampu memilah informasi, berani menyampaikan kebenaran, dan tidak apatis terhadap pelanggaran,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wiratma menekankan bahwa ruang pendidikan menjadi titik awal yang penting dalam menanamkan kesadaran tersebut. Sekolah tidak hanya membentuk kesiapan akademik atau keterampilan kerja, tetapi juga membangun karakter sebagai warga negara yang bertanggung jawab.

Bawaslu Bali, lanjutnya, akan terus mendorong pendekatan edukatif yang lebih dekat dengan generasi muda, agar kesadaran mengawasi demokrasi tidak berhenti pada wacana, tetapi tumbuh menjadi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Demokrasi yang sehat lahir dari warga yang peduli. Dan generasi muda adalah kunci untuk memastikan pengawasan itu terus hidup,” pungkasnya.

Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Bali

Editor: Humas Bawaslu Bali

Tag
Bawasluberkolaborasi
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle