Terima Audiensi Kwarda Bali, Bawaslu Bahas Penguatan Saka Adhyasta Pemilu
|
Denpasar, Bawaslu Bali — Penguatan Satuan Karya (Saka) Adhyasta Pemilu menjadi salah satu pembahasan dalam audiensi Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali yang diterima Bawaslu Provinsi Bali, Jumat (23/10/2026). Pertemuan tersebut membahas kelanjutan kemitraan kedua lembaga, terutama dalam mengembangkan Saka Adhyasta sebagai wadah pembinaan generasi muda di bidang pencegahan dan pengawasan pemilu.
Audiensi diterima Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, didampingi Anggota Bawaslu Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma, Kepala Sekretariat Ida Bagus Putu Adinatha, serta jajaran kepala bagian. Dari Kwarda Bali, hadir Sekretaris Bidang Satuan Karya dan Satuan Komunitas (SAKOMA), Rudianto.
Dalam pertemuan tersebut, Suguna menyambut baik kunjungan Kwarda Bali sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kerja sama dalam pembinaan Saka Adhyasta Pemilu. Ia menyampaikan bahwa jajaran Bawaslu, termasuk di tingkat kabupaten dan kota selalu siap melanjutkan kemitraan yang selama ini dibangun bersama Gerakan Pramuka.
“Secara sinergi, jajaran kita sudah siap, baik di kabupaten juga. Sekarang tinggal diperkuat lagi,” ujar Suguna.
Saka Adhyasta Pemilu sendiri merupakan wadah pendidikan kepramukaan yang dikembangkan melalui kemitraan Bawaslu dan Gerakan Pramuka. Melalui satuan karya ini, anggota Pramuka dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan mengenai pencegahan pelanggaran, pengawasan pemilu, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi.
Dari pihak Kwarda Bali, Rudianto menjelaskan bahwa audiensi kali ini merupakan bagian dari kegiatan penguatan kemitraan dengan instansi pengampu Saka. Kwarda Bali membina 14 Saka dari berbagai bidang, salah satunya Saka Adhyasta Pemilu yang dikembangkan bersama Bawaslu.
Meski kemitraan telah berlangsung, Rudianto menyampaikan bahwa Saka Adhyasta Pemilu masih berada dalam tahap rintisan. Kwarda Bali berharap penguatan kelembagaannya dapat terus ditindaklanjuti. Proses tersebut juga memerlukan koordinasi antara instansi pengampu dan jajaran kwartir di berbagai tingkatan.
Rudianto juga menaruh perhatian pada keberlanjutan kegiatan pembinaan. Menurutnya, kerja sama antarlembaga perlu memberikan kesempatan kepada anggota Pramuka untuk memperoleh pengetahuan dari instansi pengampu, termasuk mengenai pengawasan pemilu yang menjadi bidang pembinaan Saka Adhyasta.
“Semua punya program pendidikan kepada generasi muda. Kami mohonkan ketika ada kegiatan kita saling mengundang untuk bisa berbagi pengetahuan,” kata Rudianto.
Pelaksanaan kegiatan Saka juga tidak terlepas dari peran jajaran di kabupaten dan kota. Rudianto menjelaskan bahwa Bawaslu kabupaten/kota dan Kwartir Cabang (Kwarcab) menjadi unsur penting dalam pembinaan karena keanggotaan Pramuka berada di wilayah masing-masing. Dengan demikian, komunikasi kedua jajaran diperlukan untuk mendukung keberlanjutan kegiatan Saka Adhyasta di daerah.
Sebagai salah satu agenda terdekat, Kwarda Bali turut mengundang Bawaslu untuk terlibat dalam kegiatan kemah pamong dan instruktur yang direncanakan berlangsung pada November 2026. Kwarda berharap perwakilan Bawaslu dapat hadir sebagai pemateri untuk memberikan pengetahuan mengenai pengawasan pemilu sekaligus berbagi pengalaman dengan peserta kegiatan.
Penulis, Foto dan Editor : Humas Bawaslu Bali