Lompat ke isi utama

Berita

Ariyani Dorong Generasi Muda Ambil Peran Aktif Menjaga Demokrasi

Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Bali, Ketut Ariyani berdiskusi dengan Mahasiswa Universitas Negeri Mpu Kuturan dalam giat Konsoldem di Buleleng

Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Bali, Ketut Ariyani berdiskusi dengan Mahasiswa Universitas Negeri Mpu Kuturan dalam giat Konsoldem di Buleleng

Buleleng, Bawaslu Bali – Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Ariyani, menegaskan bahwa menjaga demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu saat tahapan berlangsung, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda yang pernah terlibat langsung dalam penyelenggaraan pemilu.

Hal tersebut disampaikan Ariyani saat kegiatan Konsolidasi Demokrasi bersama mahasiswa di Kabupaten Buleleng, Senin (22/6). Dalam kegiatan tersebut, Ariyani berdiskusi dengan Gede Dodi Septiawan, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Negeri Mpu Kuturan yang pernah bertugas sebagai anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilu sebelumnya.

Ariyani mengatakan, pengalaman menjadi penyelenggara pemilu ad hoc merupakan modal berharga bagi generasi muda untuk memahami bahwa demokrasi tidak hanya berbicara mengenai hasil pemilu, tetapi juga proses yang harus dijaga integritasnya sejak awal hingga akhir.

"Pengalaman terlibat langsung dalam penyelenggaraan pemilu menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk terus menjaga dan mengawal demokrasi. Status sebagai penyelenggara mungkin telah berakhir, tetapi semangat untuk menjaga demokrasi tidak boleh berhenti," ujar Ariyani.

Menurutnya, generasi muda yang memiliki pengalaman kepemiluan diharapkan dapat menjadi agen pendidikan demokrasi di lingkungan sekitarnya. Terlebih, tantangan demokrasi saat ini tidak hanya hadir dalam bentuk pelanggaran yang terjadi secara langsung, tetapi juga berkembang di ruang digital melalui penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, maupun berbagai bentuk disinformasi lainnya.

Oleh karena itu, Ariyani menilai Konsolidasi Demokrasi menjadi ruang yang penting untuk memperkuat pemahaman sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama bahwa demokrasi merupakan tanggung jawab kolektif yang harus dijaga secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Dodi membagikan pengalamannya saat bertugas sebagai anggota KPPS pada Pemilu lalu. Ia mengaku memperoleh banyak pelajaran mengenai proses penyelenggaraan pemilu, mulai dari penyampaian surat pemberitahuan memilih kepada masyarakat hingga pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

Ia mengaku terkesan dengan tingginya antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya. Meski memiliki kesibukan masing-masing, mayoritas masyarakat tetap hadir di TPS untuk menentukan pemimpin pilihannya.

"Saya melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Mereka tetap datang ke TPS untuk memilih di tengah kesibukan sehari-hari. Namun memang ada sebagian masyarakat yang tidak dapat hadir karena bekerja di luar daerah maupun luar negeri, serta karena kondisi kesehatan," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ariyani mengatakan bahwa pengalaman yang dibagikan Dodi menjadi bukti bahwa demokrasi tidak cukup dipahami melalui teori semata, melainkan harus dirasakan dan dijalankan secara langsung. Karena itu, Bawaslu Provinsi Bali terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai program pendidikan politik dan pengawasan partisipatif sebagai upaya memperkuat kualitas demokrasi.

"Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga menjadi penjaga demokrasi. Pengalaman yang dimiliki hari ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk terus mengedukasi masyarakat dan menjaga nilai-nilai demokrasi di masa mendatang," tutup Ariyani.

Penulis dan Foto : Humas Bawaslu Bali 

Editor : Humas Bawaslu Bali 

Tag
Konsolidasidemokrasi
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle