AUDIENSI BAWASLU PROVINSI BALI DENGAN GUBERNUR PROVINSI BALI
|
Bawaslu Bali –Senin, 9 Pebruari 2015 Bawaslu Provinsi Bali mengadakan Audensi dengan Gubernur Bali perihal penyampaian dan penyerahan Laporan Pelaksanaan Pengawasan Pemilu DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014 dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 dan Persiapan Pengawasan Pemilihan Bupati dan Walikota Tahun 2015, audensi tersebut bersamaan dengan KPU Provinsi Bali.
Yang hadir dalam audensi tersebut antara lain Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Bawaslu Provinsi Bali, KPU Provinsi Bali, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala Biro Pemerintahan, Kepala Biro Aset dan Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Politik.
Ketua Bawaslu Provinsi Bali menyampaiakan bahwa pengawasan Pemilu DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014 serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 telah berjalan dengan baik, “kami Bawaslu Provinsi Bali masuk 2 nominasi Bawaslu Provinsi terbaik dalam acara Bawaslu Award yaitu nominasi pengelola keuangan terbaik dan hubungan antar lembaga terbaik” kata I Ketut Rudia (Ketua Bawaslu Provinsi Bali), Gubernur Bali sangat mengapresiasi prestasi yang telah dicapai Bawalsu Provinsi Bali tersebut. Ketua Bawaslu Provinsi Bali juga menyampaikan kesiapan Bawaslu Provisi Bali dalam pelaksanaan pengawasan Pemilu Bupati dan Walikota Tahun 2015, “kami sudah membentuk Panitia Pengawas Pemilihan Bupati dan Walikota, hanya saja belum dilantik dikarenakan belum ada tahapan Pemilukada yang jelas”. Dalam hal anggaran pelaksanaan pengawasan oleh pengawas dikabupaten/kota sudah siap jika pemilunya tahun 2015, tetapi jika pemilunya tahun 2016 maka pengawas pemilu kabupaten/kota mengajukan anggaran kembali.
Dalam audensi tersebut Ketua Bawaslu Provinsi Bali juga menyinggung soal Fasilitasi (Kantor) oleh Pemerintah Provinsi Bali, dalam hal ini Ketua Bawaslu Provinsi Bali menyampaikan bahwa Kantor Bawaslu Provinsi Bali disaat turun hujan banyak atap-atap yang bocor serta kekurangan ruangan, dilanjutkan oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Bali bahwa saat ini kantor Bawaslu Provinsi Bali kekurangan ruangan serta banyak atap yang bocor, sampai saat ini Bawaslu Provinsi Bali menyiasati hal tersebut dengan memodifikasi parkir menjadi ruangan menggunakan tembok triplek, Bawaslu Provinsi Bali juga tidak mempunyai ruangan khusus untuk memfasilitasi sidang DKPP. Gubernur Bali menyikapi hal tersebut dan berjanji akan memberikan fasilitasi serta merencanakan rehab total gedung yang sedang ditempati oleh Bawaslu Provinsi Bali agar lebih refresentatif di Tahun 2016 mendatang, sebagai komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung penyelenggaraan Pemilu.