Bawaslu Bali Gandeng Singaraja FM, Siapkan Ruang Edukasi Politik Menuju Pemilu 2029
|
Singaraja, Bawaslu Bali — Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, melaksanakan audiensi sekaligus penjajakan nota kesepahaman (MoU) dengan Radio Singaraja FM sebagai langkah awal penguatan sosialisasi pengawasan partisipatif menuju Pemilu 2029.
Dalam pertemuan tersebut, Ariyani menyampaikan bahwa Bawaslu Bali berencana mengajukan kerja sama strategis dalam bidang pendidikan politik dan literasi demokrasi. Menurutnya, pengawasan pemilu tidak dapat berdiri sendiri sebagai fungsi kelembagaan, melainkan membutuhkan partisipasi publik yang teredukasi dan memiliki kesadaran kritis.
“Kerja sama ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk memberikan pendidikan politik dan edukasi kepada pemilih. Pada dasarnya, tujuan kita sama, yakni menghadirkan informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ariyani saat audiensi dengan pihak Radio Singaraja FM, Rabu (4/3/2026).
Ia menegaskan, pola kerja sama nantinya akan dituangkan secara jelas dalam klausul kesepakatan, khususnya terkait ruang bagi Bawaslu untuk menyampaikan informasi, edukasi, serta penguatan literasi demokrasi secara berkala dan terstruktur.
Transparansi desain program menjadi penting agar kolaborasi tidak bersifat seremonial, melainkan berkelanjutan.
Direktur Singaraja FM, Gede Sila Yasa, didampingi Penanggung Jawab Gede Bob Suardika, menyatakan kesiapan pihaknya untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi Bawaslu Bali.
Menurutnya, media memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara lembaga publik dan masyarakat.
“Sejak dulu Singaraja FM sudah membuka ruang informasi untuk kepentingan publik. Ke depan, ruang ini bisa dibuat lebih terstruktur melalui siaran radio, website, maupun media sosial,” ungkapnya.
Dalam skema awal yang dibahas, program rutin mingguan, misalnya setiap hari Selasa dapat menjadi wadah untuk membahas capaian pengawasan, agenda kelembagaan, hingga isu-isu krusial yang perlu dipahami masyarakat. Format ini dinilai mampu membangun komunikasi dua arah sekaligus memperkuat akuntabilitas publik.
Selain Bawaslu Bali, Audiensi tersebut juga dihadiri oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Buleleng, Gede Ganesha.
Kegiatan menandai adanya harapan bersama agar kolaborasi ini segera terealisasi. Di tengah dinamika demokrasi yang semakin kompleks, sinergi antara lembaga pengawas dan media lokal dipandang sebagai strategi penting untuk memastikan informasi yang beredar di ruang publik tetap akurat, berimbang, dan mencerahkan.
Penulis dan foto : Humas Bawaslu Bali