Bekali Siswa Karakter Pengawas, Bawaslu Bali Sambangi SMK PGRI 3 Denpasar
|
Denpasar, Bawaslu Bali – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bali terus memperluas jangkauan edukasi demokrasi ke ranah pendidikan formal. Terbaru, Bawaslu Bali melakukan audiensi strategis ke SMK PGRI 3 Denpasar guna mematangkan program Pengawasan Pemilu Partisipatif yang menyasar para pemilih pemula, Rabu (28/1).
Kehadiran rombongan Bawaslu Bali yang dipimpin oleh Kepala Bagian (Kabag) Pengawasan dan Humas, Ni Luh Supri Cahayani, disambut hangat oleh Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, Ni Putu Ayu Agustin Karisma Dewi, didampingi jajaran Wakil Kepala Sekolah bidang Sarpras dan Tata Usaha.
Dalam pertemuan tersebut, Ni Luh Supri Cahayani mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut konkret dari Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerjasama (PKS) yang telah terjalin antara organisasi PGRI dengan Bawaslu. Ia berharap SMK PGRI 3 Denpasar bersedia menjadi pionir atau Pilot Project bagi sekolah-sekolah lain dalam program pengawasan partisipatif.
"Sebagai wujud nyata dari MoU yang sudah ada, kami memohon kesediaan SMK PGRI 3 Denpasar untuk menjadi Pilot Project. Fokus kami adalah memberikan pembelajaran demokrasi kepada adik-adik siswa sebagai bekal mereka menjadi pemilih yang kritis dan bertanggung jawab," ujar Cahayani.
Lebih lanjut, Supri memaparkan bahwa skema edukasi yang ditawarkan telah dirancang sedemikian rupa agar tetap efektif tanpa mengganggu jam pelajaran sekolah. Terdapat tiga pilar utama dalam program ini, yakni sosialisasi singkat melalui arahan pada saat apel pagi atau upacara bendera, metode pembelajaran pendek secara langsung di dalam kelas, hingga kolaborasi kreatif pembuatan konten digital. Dalam poin terakhir, para siswa akan dilibatkan langsung dalam memproduksi video pendek edukatif mengenai pengawasan pemilu partisipatif sebagai sarana belajar yang lebih interaktif.
Sasaran utamanya adalah siswa kelas X atau pengurus OSIS yang diproyeksikan sudah memiliki hak pilih pada kontestasi politik tahun 2029 mendatang. "Kami ingin mereka menjadi agen informasi bagi teman sebaya mereka (peer education)," tambahnya.
Gayung bersambut, Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, Ni Putu Ayu Agustin Karisma Dewi, menyatakan dukungan penuhnya terhadap inisiatif Bawaslu Bali. Pihaknya menilai literasi politik sangat penting bagi siswa agar tidak mudah terpengaruh disinformasi di masa depan.
"Kami menyambut baik program ini. Kebetulan, setiap pagi sebelum mulai pembelajaran, anak-anak selalu kami kumpulkan di halaman untuk arahan dan doa bersama. Itu bisa menjadi waktu yang tepat bagi Bawaslu untuk masuk," ungkap Ayu Agustin.
Ia juga menegaskan kesiapan sekolah untuk mengoordinasikan jadwal dan melibatkan pengurus OSIS secara aktif dalam menyukseskan program ini. "Tinggal informasikan jadwalnya kepada kami, kami siap fasilitasi, termasuk mengumpulkan anak-anak OSIS jika diperlukan," pungkasnya.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem sekolah yang sadar pengawasan, sekaligus menanamkan nilai-nilai integritas pemilu sejak dini kepada generasi Z di Bali.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Bali