Bergerak Bersama, Lawan Pelanggaran Sebelum Mengakar
|
Buleleng, Bawaslu Bali – Bawaslu Provinsi Bali menggelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dengan mengusung tema “Senam Kemerdekaan” sebagai bagian dari peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang kebugaran jasmani, tetapi juga dimaknai sebagai simbol pentingnya menjaga kesehatan demokrasi.
Kegiatan yang melibatkan masyarakat umum di Buleleng ini dipimpin oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (Kordiv Parmas) Bawaslu Bali, Ketut Ariyani. Ia mengibaratkan gerakan senam sebagai harmoni antara tubuh, pikiran, dan kebersamaan, sebagaimana demokrasi membutuhkan keseimbangan antara kebebasan, partisipasi, dan tanggung jawab.
“Demokrasi yang sehat bukanlah hasil instan. Ia harus dirawat dengan disiplin, kesadaran kolektif, dan kemauan untuk bergerak bersama. Seperti tubuh yang membutuhkan olahraga rutin agar tidak lemah, demokrasi pun memerlukan nutrisi berupa partisipasi publik yang cerdas dan pengawasan yang berintegritas,” ujar Ariyani di hadapan peserta yang antusias menyimak.
Ia menambahkan, perayaan kemerdekaan semestinya tidak hanya diwarnai lomba dan seremoni, tetapi juga menjadi momentum refleksi tentang makna kebebasan politik.
“Kita merdeka karena ada perjuangan, dan perjuangan itu kini kita lanjutkan dalam bentuk menjaga integritas kontestasi politik. Sebab kemerdekaan tanpa demokrasi yang sehat hanyalah tubuh yang berdiri tanpa jiwa,” tegasnya.
Bagi Ariyani, Senam Kemerdekaan ini adalah analogi nyata bahwa demokrasi bukan sekadar sistem, tetapi ekosistem yang membutuhkan gerak, energi, dan semangat kolektif untuk tetap hidup.
“Seperti senam yang menguatkan otot-otot tubuh, pengawasan partisipatif menguatkan otot-otot demokrasi agar mampu menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Di hadapan peserta yang mayoritas perempuan, Ariyani juga mengingatkan bahwa tantangan Pemilu semakin kompleks, begitu pula potensi pelanggarannya yang bersumber dari berbagai faktor.
“Makanya Bawaslu selalu mewanti-wanti, jangan dah dulu berpikir harus berani melapor, berani menolak saja itu sudah sangat membantu menjaga demokrasi,” tutupnya.