Lahirnya 'Program Beraksi': Inovasi Konkret Kawal Pemilu di Jembrana
|
Jembrana, Bawaslu Bali – Guna memperkuat partisipasi publik dalam mengawal jalannya demokrasi hingga ke akar rumput, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Jembrana secara resmi meluncurkan program inovatif bertajuk "Beraksi" (Bersama Rakyat Aktif Awasi Pemilu), pada Jumat (6/2).
Peluncuran yang dihelat di halaman Kantor Bawaslu Jembrana ini berlangsung semarak dan dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, didampingi Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Bali, Ida Bagus Putu Adinatha.
Hadirnya berbagai elemen strategis turut mempertegas komitmen sinergitas antar-lembaga. Tampak hadir perwakilan KPU Kabupaten Jembrana, perwakilan BPD, dan unsur Dinas Lingkungan Hidup yang relevan dengan agenda pelestarian alam hari itu. Selain itu, semangat pengawasan partisipatif juga ditunjukkan dengan kehadiran Alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (P2P) angkatan 2025 serta insan media lokal Jembrana.
Dalam arahannya, Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi lingkungan kantor Bawaslu Jembrana. Ia menekankan bahwa penataan fisik yang asri berkorelasi positif dengan kinerja pengawasan.
"Saya pribadi sangat mengapresiasi pembenahan ini. Hal ini menjadi simbol evolusi nilai kita. Jika dulu saya mencanangkan 'Catur Jaga' (Jaga Diri, Keluarga, Hubungan Baik, dan Marwah), kini kita berkembang menjadi 'Panca Jaga'," ungkap Suguna.
Suguna menjabarkan, elemen kelima dalam 'Panca Jaga' adalah menjaga hubungan dengan lingkungan. Konsep ini merupakan turunan dari program 'Jala Bawaslu' (Jaga Lingkungan dan Alam Bawaslu) yang digagas Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Provinsi Bali.
"Program Jala Bawaslu ini akan kami perdanakan di tingkat provinsi dan selanjutnya wajib dituangkan ke seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota sebagai wujud kepedulian lembaga terhadap ekosistem," tambahnya.
Menyambut arahan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Jembrana, Made Widiastra, menjelaskan bahwa "Bawaslu Beraksi" bukan sekadar seremonial. Program ini adalah respons atas Instruksi Nomor 2 Tahun 2026 tentang Konsolidasi Demokrasi.
Uniknya, Bawaslu Jembrana memilih buah manggis sebagai ikon peluncuran program. Menurut Widiastra, manggis memiliki makna filosofis yang mendalam bagi seorang pengawas pemilu.
"Kami memilih manggis karena ini adalah simbol kejujuran mutlak. Jumlah kelopak di luar akan selalu sama dengan jumlah isi buah di dalamnya; tidak pernah berbohong. Melalui penanaman pohon integritas ini, kami berharap seluruh jajaran Bawaslu Jembrana terus memegang teguh kejujuran dalam setiap tahapan pemilu," tegasnya.
Ia memastikan, melalui semangat "Bawaslu Beraksi", jajarannya siap turun langsung ke masyarakat (turba) untuk memastikan tugas-tugas pengawalan demokrasi berjalan optimal dan inklusif.
Puncak acara ditandai dengan prosesi penanaman pohon manggis oleh Ketua Bawaslu Provinsi Bali bersama Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Bali. Momen ini menjadi simbol dimulainya semangat baru pengawasan pemilu di Jembrana, berintegritas dalam bekerja, dan harmonis dengan alam.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Bali