Lompat ke isi utama

Berita

Mengawal Demokrasi Berkelanjutan: Kehadiran Bawaslu Bali dalam Konsolidasi Partai Politik

Kordiv HPS Bawaslu Bali, Gede Sutrawan saat menghadiri kegiatan Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Bali serta DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Bali, Sabtu (3/10/2026).

Kordiv HPS Bawaslu Bali, Gede Sutrawan saat menghadiri kegiatan Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Bali serta DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Bali, Sabtu (3/10/2026).

Denpasar, Bawaslu Bali — Menjaga kualitas demokrasi tidak hanya dilakukan saat bilik suara dibuka, tetapi juga dirawat secara konsisten melalui ruang-ruang dialog yang terbangun di luar masa tahapan pemilu. Kesadaran inilah yang mendorong jajaran pengawas pemilu untuk senantiasa hadir dan membangun kedekatan kultural maupun struktural dengan seluruh pemangku kepentingan politik di daerah.

Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata oleh Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Bali, Gede Sutrawan, saat menghadiri Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Bali serta DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Bali, Sabtu (3/10/2026). Kehadiran ini menegaskan bahwa Bawaslu menempatkan partai politik bukan sekadar sebagai peserta kontestasi, melainkan sebagai mitra strategis utama dalam membangun peradaban politik yang sehat.

Bertempat di kawasan ikonik Monumen Gong Perdamaian Dunia, Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, acara yang dimulai sejak sore hari ini berlangsung khidmat. Berbagai unsur penting pemangku kepentingan tampak memadati lokasi, mulai dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali, hingga para pimpinan dan kader partai politik tingkat provinsi.

Di balik khidmatnya prosesi seremonial tersebut, kehadiran Bawaslu Bali membawa misi kelembagaan yang sangat esensial. Masa non-tahapan pemilu seringkali diabaikan oleh banyak pihak, padahal fase ini merupakan jendela waktu paling ideal untuk mereduksi potensi sengketa dan memitigasi kerawanan sejak akar rumput.

Melalui kehadiran dalam acara kelembagaan internal partai politik, Bawaslu Bali berupaya merajut komunikasi yang konstruktif dan berkelanjutan. Pendekatan persuasif dan dialogis ini diyakini mampu menyamakan persepsi, memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, serta membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya integritas dalam setiap proses kepemiluan.

Pada akhirnya, langkah proaktif yang konsisten ini merupakan ikhtiar jangka panjang Bawaslu Bali dalam mengawal stabilitas demokrasi di Pulau Dewata. Dengan komunikasi yang cair dan terbangun erat sejak dini, diharapkan setiap dinamika politik ke depan dapat dikelola dengan baik demi terciptanya pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat.

Foto dan Penulis : Humas Bawaslu Bali

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle