Lompat ke isi utama

Berita

Monitoring Bawaslu Bali Tekankan Penguatan SDM dan Akuntabilitas di Klungkung

Monitoring Pembinaan SDM Pengawas dan Kesekretariatan serta Laporan Pertanggungjawaban Keuangan dan BMN Tahun 2026 bertempat di Bawaslu Kabupaten Klungkung

Monitoring Pembinaan SDM Pengawas dan Kesekretariatan serta Laporan Pertanggungjawaban Keuangan dan BMN Tahun 2026 bertempat di Bawaslu Kabupaten Klungkung

Klungkung, Bawaslu Bali — Bawaslu Bali menegaskan bahwa penguatan disiplin sumber daya manusia (SDM) dan akuntabilitas kelembagaan menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas kerja pengawasan pemilu. Penegasan ini disampaikan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) di Bawaslu Klungkung, Senin (4/5/2026).

Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma, menempatkan aspek SDM sebagai fondasi utama yang menentukan arah kinerja lembaga. Menurutnya, kapasitas teknis saja tidak cukup tanpa dibarengi kedisiplinan dan etos kerja yang konsisten.

“Penguatan SDM harus dimulai dari kesadaran individu terhadap tanggung jawabnya. Disiplin dan rasa syukur menjadi dasar untuk menjaga konsistensi kinerja,” ujarnya.

Wiratma juga menyoroti pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan dan administrasi sebagai indikator profesionalitas lembaga. Ia menilai, Bawaslu Klungkung telah menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam aspek pelaporan dan serapan anggaran, meskipun masih diperlukan penguatan pada beberapa aspek administratif, khususnya kearsipan.

Dalam konteks tersebut, ia menekankan bahwa tata kelola kearsipan bukan sekadar urusan administratif, melainkan bagian dari sistem pertanggungjawaban institusional yang harus dijalankan sesuai regulasi.

Di sisi lain, Ketua Bawaslu Klungkung, I Komang Supardika, memandang monev ini sebagai instrumen strategis untuk menjaga ritme kerja organisasi tetap berada pada jalur yang akuntabel. Ia menegaskan bahwa evaluasi dari tingkat provinsi menjadi cermin bagi jajaran di daerah untuk terus melakukan pembenahan.

“Monitoring dan evaluasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi momentum untuk memastikan seluruh aspek kelembagaan berjalan optimal dan terukur,” kata Supardika.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan hasil evaluasi sebagai pijakan dalam memperkuat tata kelola internal, terutama dalam aspek administrasi, SDM, dan keuangan.

Kegiatan monev ini memperlihatkan bahwa penguatan kelembagaan Bawaslu tidak berhenti pada fungsi pengawasan pemilu semata, melainkan juga pada konsistensi pembenahan internal. Penekanan pada disiplin SDM dan akuntabilitas keuangan menjadi sinyal bahwa profesionalitas lembaga ditentukan oleh sejauh mana tata kelola internal dijalankan secara serius dan berkelanjutan.

Penulis dan Foto : Humas Bawaslu Bali

Editor : Humas Bawaslu Bali

Tag
Bawasluberkolaborasi
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle