Wiratma Tekankan Pentingnya Netralitas ASN, TNI, dan Polri Dalam Gelaran Pemilu 2024
|
Jembrana, Bawaslu Bali - Bawaslu mempunyai wewenang dan tugas mengawasi netralitas ASN, TNI, Polri, hal tersebut telah termaktub dalam Peraturan Bawaslu Nomor 6 Tahun 2018, tentang pengawasan netralitas ASN, TNI, dan Polri. Point tersebut diungkapkan Anggota Bawaslu Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma, dalam acara Konsolidasi Penguatan Kelembagaan Bawaslu Jembrana Kepada Forkopimda Kabupaten dan Kecamatan se-Kabupaten Jembrana. Senin, (23/10).
"Saya yakin ASN, TNI dan Polri telah memahami regulasi dan tindakan apa saja yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan dalam pemilu, dengan kewenangan yang kami miliki tentu Bawaslu akan menindak segala bentuk pelanggaran utamanya yang berkaitan dengan netralitas," Ujarnya.
Wiratma kemudian menjelaskan, saat ini Bawaslu RI sedang menyusun (MoU) dengan Polri dan TNI. Hal tersebut bertujuan untuk mengatur mengenai teknis pemeriksaan Anggota TNI dan Polri yang terjerat persoalan hukum pemilu, sebagai upaya penegakkan netralitas dalam menjaga pemilu dan pemilihan.
"Sedangkan khusus untuk ASN, Bawaslu RI sendiri bersama dengan Kementerian PanRb, BKN, KASN, dan Kemendagri telah lebih dahulu menerbitkan keputusan bersama pada September 2022 silam," tutur Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan, dan Pelatihan Bawaslu Bali ini
Menambahkan yang disampaikan Wiratma, penggiat pemilu, Putu Sugi Ardana, yang turut dihadirkan sebagai narasumber mengatakan, untuk menciptakan Pemilu yang berintegritas dan Luber Jurdil khususnya di Kabupaten Jembrana, perlu adanya konsolidasi yang kuat antara penyelenggara Pemilu dengan Forkopimda.
"Dengan adanya komunikasi yang baik yang dilakukan oleh jajaran pengawas Pemilu kepada Forkopimda, niscaya akan terwujud Pemilu yang berintegritas di Kabupaten Jembrana," tegas Sugi.
Terakhir, Ketua Bawaslu Jembrana Made Widiastra mengajak seluruh elemen masyarakat bersama dengan Bawaslu untuk ikut serta terlibat dalam mengawal dan mengawasi pesta demokrasi di Kabupaten Jembrana.
"Kami mengajak masyarakat untuk ikut serta terlibat dalam mengawal dan mengawasi pesta demokrasi ini, tanpa adanya rasa takut, diskriminasi dan ancaman. Kita ingin Pemilu berjalan dengan jujur dan adil." Tutup Widi.