Lompat ke isi utama

Berita

Terima Audiensi BEM UNHI, Suguna Soroti Apatisme dalam Demokrasi Kampus

audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa Ikatan Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Hindu Indonesia

Audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa Ikatan Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Hindu Indonesia

Denpasar, Bawaslu Bali – Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, menyoroti persoalan apatisme di kalangan mahasiswa yang berpotensi memengaruhi kualitas partisipasi dalam kehidupan demokrasi. Rendahnya kepedulian terhadap persoalan publik dinilai dapat mempersempit ruang pertukaran gagasan sekaligus mengurangi keterlibatan generasi muda dalam proses pengambilan keputusan. 

Hal tersebut disampaikan Suguna saat menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa Ikatan Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Hindu Indonesia (BEM IKBM UNHI) periode 2025/2026 yang membahas rencana pelaksanaan Dialog Kebangsaan dan Pendidikan Demokrasi Kampus bertema “Menyalakan Demokrasi Kampus: Menepis Apatisme, Merawat Kontestasi Gagasan”. Senin (12/10). 

“Tema dan topik yang diangkat menarik untuk dikaji, terutama masalah apatisme,” ujar Suguna, seraya mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan ruang dialog mengenai persoalan demokrasi. 

Sementara itu, Ketua BEM IKBM UNHI, Bagus Bima Putra Dewata, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk memantik nalar kritis mahasiswa sekaligus membuka ruang pembahasan terhadap berbagai isu yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, diskusi mengenai persoalan aktual masih jarang menjadi bagian dari pertemuan maupun aktivitas sejumlah komunitas mahasiswa. 

Bima juga menyoroti kecenderungan sebagian mahasiswa yang lebih berani mengemukakan pendapat melalui media sosial dibandingkan menyampaikannya secara langsung dalam forum. Kondisi ini menjadi salah satu alasan BEM UNHI berupaya menghadirkan ruang diskusi yang memungkinkan mahasiswa bertukar pandangan dan menguji argumentasi secara terbuka. 

“Di media sosial justru lebih berani menyampaikan pendapat, tetapi ketika masuk ke forum diskusi malah ketar-ketir dan mundur,” ungkap Bima. 

Terlebih, lanjut Bima, UNHI akan menghadapi Pemilu Raya Mahasiswa yang menjadi momentum pergantian kepemimpinan organisasi kemahasiswaan. Melalui dialog tersebut, pihaknya berharap muncul gagasan-gagasan alternatif sekaligus figur baru yang memiliki keberanian untuk mengambil peran dalam kontestasi di lingkungan kampus. 

Menanggapi hal tersebut, Suguna mengapresiasi upaya mahasiswa dalam membuka ruang pertukaran gagasan menjelang proses pemilihan. Ia menilai apatisme perlu mendapat perhatian karena keterlibatan mahasiswa tidak hanya menentukan tingkat partisipasi, tetapi juga memengaruhi kesempatan untuk menilai program dan kualitas gagasan yang ditawarkan dalam sebuah kontestasi. 

“Ketika mahasiswa tidak lagi tertarik untuk terlibat, ruang untuk menguji gagasan juga bisa semakin terbatas. Padahal, kualitas demokrasi turut ditentukan oleh partisipasi dan kepedulian terhadap proses yang berlangsung,” tutur Suguna. 

Berangkat dari persoalan itu, Suguna menuturkan bahwa Bawaslu Bali selama ini secara rutin melaksanakan kegiatan penguatan demokrasi, termasuk melalui program Konsolidasi Demokrasi dan pendidikan pengawasan partisipatif. Kegiatan tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat untuk memperluas pemahaman mengenai kepemiluan sekaligus membuka kesempatan bagi publik untuk terlibat dalam pengawasan. 

“Bawaslu Bali sendiri secara rutin melaksanakan penguatan demokrasi melalui berbagai kegiatan. Upaya ini menjadi bagian dari bagaimana kita terus mendorong masyarakat agar tidak apatis dan mau mengambil peran dalam kehidupan demokrasi,” tandas Suguna.

Penulis, Foto dan Editor : Humas Bawaslu Bali

Tag
Bawaslubersinergi
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle