Lompat ke isi utama

Berita

91 Orang Yang Dipanggil Untuk Menjaga Demokrasi, Suguna Titipkan Pesan Pada PPPK Bawaslu se-Bali

91 Orang Yang Dipanggil Untuk Menjaga Demokrasi, Suguna Titipkan Pesan Pada PPPK Bawaslu se-Bali

Denpasar, Bawaslu Bali — Suasana hening sejenak saat satu per satu nama dipanggil, menandai awal langkah pengabdian bagi 15 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Bawaslu Provinsi Bali. Di ruang rapat utama kantor yang berlokasi di Jalan Moh Yamin itu, prosesi pelantikan berlangsung dengan khidmat. Namun yang lebih menggugah bukan sekadar prosesi, melainkan pesan moral dan tanggung jawab yang disampaikan oleh Ketua Bawaslu Bali, I Putu Agus Tirta Suguna kepada terlantik, Selasa, (1/7/2025).

Dalam sambutan yang bernas dan reflektif, Suguna menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial administratif. Bagi Bawaslu, setiap individu yang bergabung membawa konsekuensi moral: menjadi bagian dari barisan penjaga integritas demokrasi di tengah tantangan zaman.

“Menjadi bagian dari Bawaslu adalah kehormatan, tetapi sekaligus tanggung jawab besar. Kita bukan sekadar birokrat, kita adalah penjaga kejujuran dalam proses demokrasi,” ucap Suguna di hadapan para PPPK pasca prosesi pelantikan.

Dalam narasinya, Suguna tidak hanya berbicara tentang aturan dan tugas pokok fungsi, melainkan menggarisbawahi nilai-nilai pengabdian. Ia mengajak para pegawai untuk tidak larut dalam rutinitas, melainkan menjadikan jabatan ini sebagai bentuk aktualisasi diri yang berdampak nyata bagi publik.

“Tanamkan semangat pengabdian, jangan pernah lelah belajar, dan jaga selalu etika serta profesionalitas. Kita satu kesatuan, tidak ada perbedaan antara ASN, PPPK, atau tenaga pendukung. Yang membedakan adalah dedikasi dan integritas,” lanjutnya.

Pelantikan 15 orang PPPK ini merupakan hasil dari proses seleksi ketat yang digelar secara nasional. Mereka akan memperkuat struktur kelembagaan Bawaslu Bali di tengah momentum krusial polemik tahapan pengawasan Data Pemilih Berkelanjutan. Tak hanya mendukung kerja-kerja administrasi, para PPPK juga diharapkan menjadi bagian dari ekosistem pengawasan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika sosial-politik yang terus berkembang.

Di akhir sambutannya, Suguna mengajak seluruh jajaran untuk memperbarui semangat kolektif dalam menjaga marwah lembaga. Bagi Bawaslu Bali, pengawasan pemilu bukan sekadar tugas reguler, melainkan perjuangan nilai keadilan, kebenaran, dan keterbukaan.

“Mari bekerja dengan hati, berpikir dengan integritas, dan bertindak dengan keberanian,” pungkasnya.

Selain 15 orang yang ditempatkan di Bawaslu Bali, ada 76 orang lainnya yang akan memperkuat pengawasan di tingkat Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali.

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle