Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bali Ajak Alumni Menwa Jadi 'Mata dan Telinga' Demokrasi

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bawaslu Bali dengan Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI)

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bawaslu Bali dengan Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) 
 

Gianyar, Bawaslu Bali — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Bali resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) sebagai langkah strategis dalam memperluas dan memperkuat pengawasan partisipatif Pemilu. Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Provinsi Bali, Ketua IARMI Bali, serta jajaran pengurus kedua lembaga, Rabu (14/1).

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Bali membangun kemitraan dengan elemen masyarakat strategis guna memperketat pengawasan demokrasi hingga ke lapisan paling bawah. Dengan jejaring alumni IARMI yang tersebar luas dari tingkat pusat hingga daerah, sinergi ini diharapkan mampu menutup celah pengawasan di wilayah-wilayah yang selama ini relatif sulit dijangkau oleh pengawas formal.

Selain faktor jejaring, Bawaslu menilai karakter kedisiplinan, loyalitas, serta semangat bela negara yang melekat pada anggota IARMI merupakan modal sosial yang sangat penting dalam menjaga integritas proses pemilu.

Ketua IARMI dalam sambutannya menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya berkomitmen menjalankan kerja sama ini secara serius dan terarah, dengan menempatkan prioritas kerja serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kami menekankan pentingnya pengelolaan organisasi yang berorientasi pada prioritas kerja dan kehadiran yang memberi manfaat. Kami juga mengapresiasi kepercayaan Bawaslu yang menjadikan IARMI sebagai mitra strategis dalam pengawasan Pemilu,” ujar Ketua IARMI.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Bali menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak mungkin hanya dibebankan kepada lembaga pengawas semata. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Pengawasan Pemilu tidak dapat dilakukan oleh Bawaslu sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar proses demokrasi tetap berjalan jujur dan berintegritas. Melalui kerja sama dengan IARMI, kami berharap lahir pengawas-pengawas partisipatif yang berangkat dari kesadaran, integritas, serta semangat pengabdian bagi bangsa dan daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada fungsi pengawasan, tetapi juga penguatan edukasi publik. IARMI diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam menyosialisasikan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas pemilu.

“Kehadiran IARMI tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai agen edukasi yang dapat mengajak masyarakat lebih aktif mewujudkan Pemilu yang jujur dan adil,” tambahnya.

Dukungan terhadap kemitraan ini juga disampaikan oleh perwakilan Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) IARMI. Ia menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama dengan Bawaslu Bali serta berharap kemitraan ini dapat berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi penguatan pengawasan pemilu ke depan.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi terus berlanjut dalam bentuk kegiatan konkret yang memberi manfaat langsung bagi kualitas demokrasi,” ujarnya.

Melalui penandatanganan PKS ini, Bawaslu Provinsi Bali dan IARMI menegaskan komitmen bersama untuk membangun sinergi kelembagaan dan partisipasi masyarakat sebagai fondasi penguatan demokrasi yang semakin matang, transparan, dan terpercaya.

Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Bali

Tag
Bawasluberkolaborasi
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle