Bawaslu Bali Dorong Partisipasi Aktif Kaum Perempuan Untuk Wujudkan Pemilu Berkeadilan Gender
|
Jembrana, Bawaslu Bali - Anggota Bawaslu Bali, Ketut Ariyani mengatakan Partisipasi perempuan dalam pelaksanaan Pemilu 2024 nanti harus mampu dimaksimalkan. Bukan hanya kehadiran saat pemungutan suara, perempuan didorong untuk terlibat aktif dalam upaya mewujudkan pemilu berintegritas.
Perempuan saat ini harus mulai aware dan memastikan bahwa hak pilih kita tetap terjaga dan tidak terlanggar, oleh karenanya perempuan harus berani terlibat aktif untuk turut mengawasi proses pemilu, sehingga pemilu kita dapat berintegritas dan terlegitimasi, ujar Ariyani dalam kegiatan sosialisasi pengawasan penyelenggaraan pemilu partisipatif yang digelar Bawaslu Jembrana, di hotel Jimbarwana, Senin (13/11).
Koordinator Divisi Pencegahan Parmas dan Humas Bawaslu Bali ini kemudian menyinggung keterwakilan perempuan dalam dunia politik saat ini masih sangat minim. Padahal menurutnya keterwakilan perempuan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan demokrasi dan politik. Tujuannya agar perempuan mampu mengakomodasi dan mengekspresikan kepentingannya secara massif bukan hanya sekedar memilih di TPS saja, namun lebih daripada itu, perempuan harus mampu memiliki kewenangan atas akses kebijakan dengan menduduki suatu jabatan publik tertentu.
"Partisipasi perempuan dalam proses pemilihan akan memberikan warna baru, demgan terlibatnya perempuan dalam politik akan berpengaruh terhadap kebutuhan dan aspirasi serta pengambilan keputusan politik guna terwujudnya kesejahteraan yang berkeadilan gender," kata Ariyani.
Lebih lanjut Ariyani lalu menjelaskan strategi politik perempuan yang perlu diterapkan guna memastikan hak perempuan untuk berperan dan bersuara dalam politik terjamin, diantaranya melalui peningkatan edukasi politik dan inisiatif aktif dari perempuan untuk ikut bergabung dalam organisasi perempuan. Dirinya memandang melalui organisasi keperempuanan, kapasitas perempuan dalam dunia politik dapat semakin dikembangkan. Selain itu pula, hal yang patut digarisbawahi dari strategi politik ini adalah memastikan perempuan memilih perempuan.
"Fakta yang terjadi pemilih perempuan pada kenyataannya tidak semua memilih kandidat perempuan. Meskipun calegnya dari kaum hawa tidak menjamin untuk dipilih oleh pemilih perempuan, hal inilah yang harus kita rubah," tegas Ariyani.
Mendukung yang disampaikan Ariyani, Akademisi Kepemiluan, Dr. I Gusti Ayu Diah Yuniti mengungkapkan, dengan semua kelebihan yang dimiliki, keunggulan perempuan sangat tepat dan bisa dimanfaatkan untuk terlibat di pengawasan pemilu melalui wadah pengawasan partisipatif. Dia mencontohkan, perempuan memiliki rasa kepedulian yang lebih dominan, hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk turut andil mengambil peranan dalam Pemilu dengan melakukan Pengawasan Pemilu Partisipatif.
"Oleh karena itu, perempuan harus didorong untuk mendapatkan posisi sebagai penyelenggara pemilu melalui pengadaan pelatihan kepemiluan dan penguatan keterampilan perempuan itu sendiri," pungkas Diah.
Hadir sebagai peserta dalam acara sosialisasi tersebut, PKK Kabupaten Jembrana, Bhayangkari Polres Jembrana, Persit 1617 Jembrana, Dharma Wanita Persatuan, Fatayat NU, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) dan KNPI unsur perempuan.