Bawaslu Bali: Efisiensi Anggaran Bukan Alasan Surutkan Semangat Berdemokrasi
|
Buleleng, Bawaslu Bali - Ketua Bawaslu Bali I Putu Agus Tirta Suguna meminta jajaran pengawas untuk memanfaatkan siber sebagai tulang punggung penguatan demokrasi pada masa efisiensi anggaran.
“Efisiensi jangan jadi alasan kita tidak melakukan penguatan demokrasi kepada masyarakat”, ujar Suguna dalam arahannya kepada jajaran pengawas dalam Rapat Evaluasi Pengawasan Partisipatif di Buleleng, Rabu (19/2).
Senada dengan yang disampaikan Suguna, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Bali, Ketut Ariyani menuturkan bahwa penggunaan ruang siber menjadi sebuah solusi bagi jajarannya untuk memberikan edukasi politik kepada publik.
"Kondisi hari ini bisa kita siasati dengan melakukan pendidikan politik kepada publik melalui ruang siber, dan itu gratis dengan jangkauan yang luas, tidak ada alasan bagi kita berdiam diri dengan fasilitas global hari ini," tegas Ariyani.
Disisi lain, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma juga memberikan opsi bahwa kantor Pengawas Pemilu harus bisa dimanfaatkan dan menjadi rumah diskusi bagi kelompok - kelompok pemuda dan mahasiswa.
"Efisiensi tapi kita masih punya kantor kan? Jadikan kantor-kantor bawaslu sebagai rumah pergerakan bagi pejuang demokrasi. Bawaslu punya tanggung jawab terdepan, memastikan negeri ini adalah negara hukum bukan negara kesewenangan," ujar Wiratma dihadapan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali.
Acara Rapat Evaluasi tersebut juga dihadiri oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Bali, Ida Bagus Putu Adinatha beserta Kepala Bagian Pengawasan dan Hubungan Masyarakat, Ni Luh Supri Cahayani.