Bawaslu Bali Gelar Persembahyangan Bersama dan Evaluasi Pengawasan Pemilihan Serentak Tahun 2024
|
Karangasem, Bawaslu Bali - Bertepatan dengan Hari Suci Siwaratri, Bawaslu Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan persembahyangan bersama yang dirangkai dengan kegiatan evaluasi kinerja pasca Pemilihan Serentak 2024, bertempat di Pura Agung Besakih, Karangasem (27/1).
Dalam acara yang dihadiri oleh seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota serta Panwaslucam se-Bali, Ketua Bawaslu Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pengawas pemilu di tingkat provinsi hingga pengawas TPS. Suguna menekankan pentingnya peran mereka dalam memastikan pelaksanaan pemilihan serentak tahun 2024 dapat berlangsung dengan jujur, adil, dan tanpa hambatan berarti.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengawas, mulai dari tingkat provinsi hingga pengawas TPS, yang telah berhasil menjaga kelancaran dan kredibilitas Pemilihan Serentak 2024 dengan sangat gemilang,” ujar Suguna, dengan nada penuh kebanggaan.
Suguna juga menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran Panwaslucam se-Bali yang telah bekerja keras selama proses pengawasan Pemilihan Serentak 2024. Keberhasilan Bawaslu Bali kali ini sangat berarti, terbukti dengan tidak adanya pengajuan sengketa hasil pemilihan ke Mahkamah Konstitusi.
“Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen kita semua dalam menjaga integritas pemilihan. Kami sangat bangga atas pencapaian yang telah diraih oleh seluruh pengawas di Bali,” tambahnya.
Sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras tersebut, Bawaslu Bali memberikan anugerah kepada Panwaslucam terbaik, yang dibagi dalam enam kategori berbeda diantaranya kategori laporan keuangan terbaik, perekrutan dan pembinaan PKD dan PTPS terbaik, Panwaslu Kecamatan terinovatif, pelaksanaan pengawasan terbaik, penyelesaian sengketa terbaik dan penanganan pelanggaran terbaik. Dalam penganugerahan tersebut Panwaslucam Seririt berhasil menyabet 3 kategori.
Acara kemudian ditutup dengan persembahyangan bersama di Pura Penataran Agung Besakih, sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar pengawasan pemilu di Bali terus berjalan sukses di masa depan, serta memberikan dampak positif bagi demokrasi Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi simbol perpaduan antara budaya dan spiritualitas, yang menyatu dengan momen evaluasi yang penuh makna.