Bawaslu Bali Hadiri Anugerah Penyiaran Bali 2026, Dukung Ekosistem Penyiaran Sehat dan Berkualitas
|
Denpasar, Bawaslu Bali – Bawaslu Provinsi Bali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi lintas lembaga dengan menghadiri ajang Anugerah Penyiaran Bali Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali bertempat di Gedung Ksirarnawa, Denpasar, Selasa (3/11/2026).
Kehadiran Bawaslu Provinsi Bali yang pada kesempatan ini diwakili oleh Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Gede Sutrawan ini menjadi wujud dukungan terhadap upaya penguatan ekosistem media penyiaran yang sehat, objektif, dan berkualitas di Pulau Dewata.
Acara penganugerahan ini turut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Bali (Asisten III Setda Provinsi Bali), pimpinan OPD Provinsi Bali, Ketua KPI Pusat, Muhammad Hasrul Hasan beserta empat komisioner, Ketua dan jajaran Komisioner KPID Bali, perwakilan KPID Kalimantan Tengah, pimpinan lembaga penyiaran TV dan radio, akademisi, serta unsur komunitas.
Ketua KPID Bali, I Gede Agus Astapa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa di samping menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan regulasi melalui teguran serta surat peringatan, KPID Bali secara konsisten memberikan apresiasi tertinggi melalui ajang penghargaan bagi lembaga penyiaran yang berprestasi. Pada tahun ini, penghargaan diberikan kepada 7 kategori TV, 7 kategori Radio, 3 Lembaga Penyiaran Swasta Terbaik, Lembaga Penyiaran Publik Lokal Terbaik, TV Sistem Stasiun Jaringan (SSJ) Terbaik, serta penghargaan puncak Lifetime Achievement yang dinilai oleh dewan juri independen. Selain itu, gelaran ini juga menampilkan kreativitas generasi muda melalui pemutaran video Iklan Layanan Masyarakat (ILM) berdurasi 1 menit karya pelajar SMA/SMK se-Bali.
Sementara itu, Ketua KPI Pusat, Muhammad Hasrul Hasan memberikan apresiasi tinggi kepada KPID Bali yang konsisten merawat iklim penyiaran yang sehat melalui pendekatan yang seimbang antara sanksi dan penghargaan (reward and punishment). Ia juga menyoroti besarnya tantangan industri penyiaran di tengah persaingan media modern saat ini, seraya berharap regulasi baru dapat segera disahkan guna menciptakan persaingan yang adil bagi seluruh pelaku industri penyiaran.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Bali memandang bahwa media penyiaran (baik televisi maupun radio) memegang peran yang sangat strategis sebagai mitra strategis pengawasan publik, penyampai informasi yang akurat, serta pilar penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan penyiaran yang sehat di Provinsi Bali.
Foto dan Penulis : Humas Bawaslu Bali