Bawaslu Bali Hadiri Peringatan Hari Jadi ke-67 Provinsi Bali
|
Denpasar, Bawaslu Bali – Semarak peringatan Hari Jadi ke-67 Provinsi Bali berlangsung khidmat di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Kamis (14/8). Mengusung tema “Amukti Bali Hita” yang bermakna mewujudkan harmoni Bali Dwipa, upacara ini diikuti jajaran pimpinan OPD, instansi vertikal, seluruh pegawai Pemprov Bali, serta perwakilan siswa/i SMA dan perguruan tinggi. Bawaslu Provinsi Bali turut hadir bersama undangan lainnya, sebagai bagian dari peringatan penting bagi masyarakat Bali tersebut.
Gubernur Bali Wayan Koster yang bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Provinsi Bali sejak berdiri pada tahun 1958 hingga kini memasuki usia ke-67. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa capaian pembangunan pada periode pertama tahun 2018-2023 telah dirangkum dalam 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru. Semua pencapaian tersebut, katanya, berorientasi pada terjaganya keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan sebagai wujud nyata dari prinsip Tri Hita Karana.
Bawaslu Bali yang hadir dalam momen bersejarah ini tidak sekadar mengikuti prosesi upacara, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung visi pembangunan berkelanjutan. Selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Bali, Bawaslu Bali aktif menggalakkan pengelolaan sampah berbasis sumber serta membatasi penggunaan plastik sekali pakai dalam setiap aktivitasnya. Komitmen ini turut diperkuat melalui upaya penguatan demokrasi yang berpihak pada kelestarian lingkungan, di antaranya dengan melakukan sosialisasi bersama organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang lingkungan, seperti Yayasan Umah Kreatif di Buleleng. Kebijakan internal dan langkah kolaboratif tersebut menjadi bentuk tanggung jawab sosial Bawaslu Bali yang tak hanya mengawal demokrasi, tetapi juga menjaga lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Langkah Bawaslu Bali tersebut menjadi pesan kuat bahwa pengawasan demokrasi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Dengan mengambil peran aktif di luar tugas inti, Bawaslu Bali menegaskan bahwa menjaga keharmonisan alam, manusia, dan budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah semata, melainkan seluruh elemen masyarakat, termasuk Bawaslu yang bernaung di tanah Bali Dwipa. Semangat inilah yang sejalan dengan makna “Amukti Bali Hita”, memastikan Bali tetap harmonis, lestari, dan sejahtera di tingkat lokal maupun nasional.