Bawaslu Bali Perkuat Sinergi dengan Nusa Bali di Masa Non-Tahapan Pemilu
|
Denpasar, Bawaslu Bali — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Bali terus menjaga komunikasi dan kerja sama dengan media massa meski berada di luar tahapan pemilu. Hal itu disampaikan dalam kunjungan Bawaslu Bali ke kantor media Nusa Bali, Rabu siang (7/1/2025).
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, mengatakan media memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan fungsi pengawasan pemilu. Menurut dia, meskipun tidak ada tahapan, Bawaslu tetap menjalankan tugas sosialisasi dan penyampaian informasi kepada publik.
“Bawaslu tidak berhenti bekerja hanya karena tidak ada tahapan. Ada informasi yang tetap harus disampaikan kepada masyarakat,” kata Ariyani.
Ia menyebutkan, kerja sama dengan Nusa Bali selama ini turut berkontribusi terhadap pengakuan kinerja Bawaslu Bali, termasuk sejumlah penghargaan yang diterima di bidang kehumasan. Karena itu, ia berharap media tetap merangkul Bawaslu di tengah keterbatasan anggaran yang saat ini dihadapi lembaga pengawas pemilu, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Pemimpin Redaksi Nusa Bali, Ketut Suardana, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mengatakan media memiliki kepentingan untuk terus mendukung kerja-kerja lembaga publik dalam menciptakan pemilu yang berkualitas.
Menurut Suardana, masyarakat kerap hanya melihat peran Bawaslu dan KPU saat momentum pemilu dan pilkada. Padahal, kata dia, kerja pengawasan dan edukasi demokrasi berjalan sepanjang waktu.
“Sosialisasi yang dilakukan Bawaslu membuat masyarakat sadar bahwa mereka juga punya peran mengawasi,” ujarnya. Ia menegaskan Nusa Bali siap terus bekerja sama, baik dalam pemberitaan maupun dalam penyebaran informasi melalui berbagai platform media.
Selain media cetak, Nusa Bali juga telah mengembangkan kanal digital dan media sosial. Pimpinan Perusahaan Nusa Bali, Maha, mengatakan kesiapan digital tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan edukasi kepemiluan.
“Kolaborasi bisa dibuat lebih partisipatif. Tidak hanya lewat koran, tetapi juga audio visual,” kata Maha.
Dalam pertemuan itu, Ariyani juga menyinggung sejumlah program Bawaslu Bali, seperti yang terbaru terkait pengawalan perubahan status kependudukan TNI dan Polri yang telah pensiun menjadi sipil.
Redaktur Politik Nusa Bali, Sukanta, menyoroti pentingnya kualitas rilis dari Bawaslu, khususnya di tingkat kabupaten dan kota. Ia menilai bahan informasi dari Bawaslu Bali relatif lengkap, tetapi rilis dari daerah masih minim data sehingga menyulitkan wartawan dalam pengolahan berita.
“Misalnya saat membahas data pemilih, seharusnya dilengkapi dengan perbandingan tahun sebelumnya, tingkat partisipasi, apakah naik atau turun,” kata Sukanta.
Menanggapi hal tersebut, Ariyani mengatakan Bawaslu Bali terbuka terhadap masukan terkait pengemasan rilis agar lebih mudah diolah media. Ia juga berharap ke depan kerja sama dengan Nusa Bali tidak hanya terjalin di tingkat provinsi, tetapi juga diperluas hingga Bawaslu kabupaten dan kota.
Pertemuan itu dihadiri jajaran redaksi dan manajemen Nusa Bali, antara lain Pemimpin Redaksi Ketut Suardana, Pimpinan Perusahaan Maha, Redaktur Politik Sukanta, Edi Sudarma, Redaktur Pelaksana Ana, serta Reza dan Aris Iswanto.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Bali