Bawaslu Bali Tegaskan Komitmen Perkuat Pengawasan Partisipatif Usai Pilkada Serentak
|
Denpasar, Bawaslu Bali - menggelar apel pagi rutin di halaman kantor sekretariat pada Senin (19/5/2025). Apel ini dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, dan diikuti oleh seluruh jajaran sekretariat serta staf pendukung. Kegiatan apel menjadi ruang konsolidasi awal pekan sekaligus penegasan komitmen kelembagaan pasca pelaksanaan Pilkada serentak 2024.
Dalam arahannya, Ketua Bawaslu Bali menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran dalam mengawal proses Pilkada yang berlangsung aman dan demokratis. Namun demikian, ia menekankan bahwa kerja pengawasan tidak berhenti ketika tahapan pemilihan usai. Justru saat inilah momentum yang tepat untuk memperkuat pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
“Kita tidak sedang menunggu tahapan berikutnya, kita sedang membangun fondasi jangka panjang, masyarakat yang sadar dan aktif dalam mengawasi demokrasi. Itulah esensi pengawasan partisipatif,” tegas Suguna.
Ia juga menyampaikan bahwa pasca-Pilkada, Bawaslu Bali akan menggencarkan program pendidikan Demokrasi berbasis komunitas, pelibatan kelompok rentan, serta kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan organisasi lokal. Tujuannya adalah menanamkan kesadaran bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tugas lembaga pengawas, tetapi juga tanggung jawab kolektif warga negara.
“Kalau partisipasi hanya dimaknai sebagai datang ke TPS, maka itu belum cukup. Kita ingin membangun kesadaran yang lebih dalam, bahwa menjaga integritas pemilu adalah hak sekaligus kewajiban masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, semangat pengawasan partisipatif juga harus dimulai dari internal lembaga. Oleh karena itu, ia mendorong jajaran Sekretariat untuk terus adaptif, komunikatif, dan terbuka dalam membangun hubungan dengan publik. Transparansi dan pelayanan informasi menjadi kunci untuk merawat kepercayaan masyarakat.
Apel pagi ini tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi menjadi momen refleksi dan penguatan arah kerja kelembagaan ke depan. Evaluasi internal pasca Pilkada juga menjadi bahan diskusi informal usai apel, termasuk strategi komunikasi publik yang lebih efektif dalam menyuarakan nilai-nilai pengawasan.