Bawaslu Bali Tekankan Efisiensi Kerja dan Pendekatan Persuasif kepada Masyarakat
|
Denpasar, Bawaslu Bali – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bali terus berupaya meningkatkan efisiensi kerja serta memperkuat pendekatan persuasif kepada masyarakat dalam rangka pengawasan demokrasi. Dalam apel yang digelar hari Senin (10/3), Anggota Bawaslu Bali, Gede Sutrawan, menekankan pentingnya disiplin kerja dan kesiapan jajaran Bawaslu dalam menjalankan tugas, terutama dalam sistem kerja yang telah disesuaikan sejak 1 Maret lalu.
Sutrawan mengingatkan bahwa perubahan sistem kerja yang telah diterapkan harus dipahami dengan baik oleh seluruh Pimpinan dan staf. "Kita harus sadari bahwa 1 Maret kemarin kita telah menyesuaikan sistem kerja berdasarkan efisiensi. Yang terpenting adalah work from anywhere (WFA) itu bukan libur, dan kita harus tetap on time apabila ada panggilan," ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa setiap ada panggilan untuk hadir harus responsif terhadap komunikasi dan panggilan tugas yang diberikan.
Selain itu, di masa non-tahapan pemilu seperti saat ini, Bawaslu Bali melihat peluang untuk lebih aktif melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Sutrawan menekankan bahwa edukasi demokrasi sangat penting, terutama dalam konteks pengawasan pemilu. "Saya tegaskan, di waktu non-tahapan ini kita bisa lebih persuasif dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan memberikan pemahaman tentang demokrasi, utamanya dari perspektif pengawasan," jelasnya.
Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi dalam pengawasan pemilu. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat dapat lebih aktif dalam memastikan proses demokrasi berjalan dengan jujur, adil, dan transparan kedepannya. Bawaslu Bali berkomitmen untuk terus membangun komunikasi yang lebih erat dengan masyarakat guna menciptakan ekosistem demokrasi yang sehat.
Sebagai bagian dari upaya ini, Bawaslu Bali mencanangkan mengadakan berbagai kegiatan sosialisasi dan diskusi publik yang melibatkan komunitas lokal, akademisi, serta kelompok kepemudaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam proses demokrasi serta mendorong budaya pengawasan yang lebih inklusif.
Dengan semangat kerja yang lebih efisien serta pendekatan persuasif yang lebih intens, Bawaslu Bali optimis dapat menjalankan tugasnya dengan lebih baik. Disiplin dalam menjalankan sistem kerja serta keterlibatan aktif dalam edukasi masyarakat akan menjadi kunci dalam mewujudkan pemilu yang lebih transparan dan demokratis di masa mendatang.
Selain Sutrawan, dalam apel tersebut juga hadir Anggota Bawaslu Bali lainnya, I Nyoman Gede Putra Wiratma beserta Kepala Sekretariat Bawaslu Bali, Ida Bagus Putu Adinatha.