Lompat ke isi utama

Berita

Canangkan Beberapa Program Pelibatan Masyarakat, Ariyani: Pengawasan Pemilu Harus Digaungkan Sejak Dini.

Canangkan Beberapa Program Pelibatan Masyarakat, Ariyani: Pengawasan Pemilu Harus Digaungkan Sejak Dini.

Denpasar, Bawaslu Bali - Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, menegaskan bahwa pengawasan partisipatif harus digalakkan sebelum tahapan pemilu dimulai. Hal itu ia sampaikan dalam diskusi persiapan penyelenggaraan program kerja pengawasan partisipatif yang digelar dikantornya, Rabu (5/3).

 

“Kita harus terus lakukan program dalam menghimpun partisipasi Masyarakat sebelum tahapan pemilu berikutnya dimuai, menanamkan spirit pengawasan itu tidak bisa sehari dua hari, harus terus kita gaungkan di waktu kekosongan tahapan ini,” tegas Ariyani.

 

Menurut Ketut Ariyani, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu sangat krusial untuk memastikan proses demokrasi berjalan dengan jujur, adil, dan transparan. “Pengawasan partisipatif bukan hanya tugas penyelenggara pemilu, tetapi juga tanggung jawab bersama. Masyarakat harus diberdayakan sejak dini agar mampu mendeteksi potensi pelanggaran sebelum tahapan pemilu berlangsung,” ujarnya.

 

Dalam diskusi tersebut, ia menjelaskan beberapa langkah strategis yang akan dilakukan oleh pihaknya di masa waktu mendatang, seperti Edukasi dan Sosialisasi – Meningkatkan kesadaran masyarakat melalui berbagai program pendidikan politik, termasuk sosialisasi langsung dan pemanfaatan media digital, Pelibatan Relawan Demokrasi – Mengajak komunitas dan organisasi kepemudaan untuk turut serta dalam pemantauan pemilu, Pemanfaatan Teknologi – Mengembangkan sistem pelaporan digital agar masyarakat lebih mudah melaporkan dugaan pelanggaran, Kolaborasi dengan Media dan Akademisi – Memperkuat jaringan informasi serta meningkatkan analisis pengawasan berbasis data.

 

Mengamini yang disampaikan Ariyani, Kepala Bagian Pengawasan dan Hubungan Masyarkat Bawaslu Bali, Ni Luh Supri Cahayani memaparkan akan menindaklanjuti dengan mengadakan MoU dengan beberapa Universitas yang ada di Bali.

 

“Kita akan programkan untuk melakukan MoU dengan kampus yang belum sempat kita libatkan dalam pengawasan partisipatif pada Pemilu dan Pemilihan kemarin, yaitu salah satunya ITB Stikom Bali, dan beberapa kampus swasta lainnya,” pungkas Supri.

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle