Lompat ke isi utama

Berita

Dari Kampus untuk Demokrasi: Bawaslu Bali dan STB Runata Perkuat Pengawasan Partisipatif

Bawaslu Bali melakukan Audiensi dengan STB Runata dalam rangka Penjajakan Kerjasama

Bawaslu Bali melakukan Audiensi dengan STB Runata dalam rangka Penjajakan Kerjasama

Denpasar, Bawaslu Bali – Dalam rangka memperkuat pengawasan partisipatif, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Bali melaksanakan audiensi dengan Sekolah Tinggi Bisnis (STB) Runata pada Selasa (20/1). Audiensi ini menjadi langkah awal membangun sinergi kelembagaan antara Bawaslu dan dunia pendidikan guna meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengawasan Pemilu dan Pemilihan.

Kepala Bagian Pengawasan dan Humas Bawaslu Provinsi Bali, Ni Luh Supri Cahayani, menyampaikan bahwa keterlibatan publik merupakan kunci utama dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas. Menurutnya, Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri dalam mengawasi seluruh tahapan pemilu di Provinsi Bali.

“Tugas pokok kami adalah melakukan pengawasan pemilu dan pemilihan. Namun, dengan keterbatasan jangkauan, Bawaslu Provinsi Bali bersama Bawaslu Kabupaten/Kota tidak dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, kami menggandeng lembaga pendidikan sebagai mitra strategis pengawasan partisipatif, salah satunya STB Runata,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa civitas akademika memiliki posisi strategis sebagai agen pengawasan, mengingat perannya sebagai kelompok intelektual sekaligus pemilih pada Pemilu 2029.

“Pengawasan partisipatif menjadi sangat penting karena civitas akademika memiliki hak pilih dan peran sosial dalam memberikan edukasi politik yang sehat. Berdasarkan evaluasi Pemilu dan Pilkada 2024, masih ditemukan berbagai praktik yang seharusnya tidak dilakukan oleh pasangan calon, pemerintah daerah, maupun civitas akademika dalam tahapan pemilu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ni Luh Supri Cahayani menegaskan bahwa pada masa non tahapan pemilu saat ini, Bawaslu Provinsi Bali secara berkelanjutan melaksanakan pendidikan demokrasi, edukasi kepemiluan, serta pencegahan terhadap potensi pelanggaran.

“Kami membutuhkan banyak agen pengawasan partisipatif, khususnya dari kalangan akademisi dan mahasiswa, untuk bersama-sama melakukan pencegahan dini dan membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kualitas demokrasi,” tambahnya.

Gayung bersambut, Ketua STB Runata, Dr. Lusia Vreyda Adveni, S.T., M.M., menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Bawaslu Provinsi Bali dalam menguatkan pengawasan partisipatif melalui kerja sama kelembagaan.

“Kami mendukung penuh inisiatif ini. Harapan kami, kerja sama yang nantinya dituangkan dalam PKS atau MoU tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi diimplementasikan dalam bentuk kegiatan nyata. Baik melalui seminar, pendidikan politik, maupun kegiatan kampus lainnya yang dapat dikolaborasikan bersama Bawaslu,” ungkapnya.

Audiensi ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi terbangunnya kolaborasi berkelanjutan antara Bawaslu Provinsi Bali dan STB Runata dalam mencetak agen-agen pengawasan partisipatif yang berintegritas, kritis, dan berkomitmen menjaga demokrasi yang jujur dan adil di Provinsi Bali.

Penulis dan Foto: Adeg Ardika

Editor: Humas Bawaslu Bali

Tag
Bawasluberkolaborasi
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle