Hadiri Launching Kerawanan di Buleleng, Ariyani Jabarkan Sejauh Apa Peran Pengawasan Partisipatif
|
Buleleng, Bawaslu Bali - Dalam esensi demokrasi, pengawasan partisipatif menjadi pilar penting yang memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan Pemilu/Pemilihan. Hal itu dikatakan Anggota Bawaslu Bali, Ketut Ariyani saat hadir dalam Sosialisasi Pengawasan Pemilihan dan Launching Pemetaan Kerawanan Pemilihan Serentak Tahun 2024 di Banyualit Spa'n Resort, Senin (5/8).
"Konsep utama pengawasan partisipatif ini mengedepankan peran aktif masyarakat dalam mengawasi, dan menjadi pionir Bawaslu dalam persebaran informasi kepemiluan yang valid," ucap Ariyani dalam arahannya.
Dalam kesempatan yang sama Ariyani juga menyebutkan bahwa jajarannya telah melakukan launching kerawanan Pemilihan Tahun 2024 secara berjenjang, dan hari ini, launching dilakukan oleh Bawaslu Buleleng.
"Bertepatan juga hari ini jajaran kami melakukan launching kerawanan Pemilihan Tahun 2024, ini juga akan jadi acuan kami dalam menentukan langkah antisipasi pelanggaran yang mungkin terjadi," tutur Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, fan Hubungan Masyarakat Bawaslu Bali tersebut.
Senada dengan Ariyani, Ketua Bawaslu Buleleng, I Kadek Carna Wirata mengatakan Pemetaan Kerawanan ini berbasis data Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Tahun 2024 yang diluncurkan Bawaslu RI pada 2022 silam dari Pelaksanaan Pilkada di Buleleng Tahun 2017 hingga Pemilu Tahun 2019, selanjutnya dilakukan pemetaan kembali berbasis kejadi Pemilu Tahun 2024 dan tahapan Pilkada 2024 yang sedang berjalan.
"Langkah ini diambil guna melakukan identifikasi potensi pelanggaran Pemilihan Serentak yang digelar pada 27 November mendatang serta mitigasinya” ujar Carna.
Secara spesifik, pemetaan kerawanan tersebut disampaikan langsung oleh Anggota Bawaslu Buleleng Gede Ganesha.
"Dari 61 Indikator berdasarkan analisis IKP Pemilu Tahun 2024, terdapat 11 indikator yang berpotensi terjadi pada penyelenggaraan Pemilihan Tahun 2024 di Buleleng sedangkan analisis kejadian saat Pemilu dan Tahapan Pemilihan Serentak Tahun 2024 berlangsung terdapat 10 indikator," pungkas Ganesha.