Lompat ke isi utama

Berita

Jumpa Berlian: Cara Bawaslu Bali Ubah Semak Liar Jadi Kebun Sayur

Potret pegawai Bawaslu Bali menanam terong sebagai implementasi program Jumpa Berlian

Potret pegawai Bawaslu Bali menanam terong sebagai implementasi program Jumpa Berlian

Denpasar, Bawaslu Bali — Deretan tanaman rambat yang semula menutupi sudut halaman Kantor Bawaslu Provinsi Bali perlahan dibersihkan. Di beberapa titik kebun, tanah mulai digemburkan dan lubang tanam disiapkan untuk bibit sayuran. Suasana kerja bakti itulah yang menandai pelaksanaan Program Jumpa Berlian di lingkungan Bawaslu Bali, Jumat (9/1). 

Melalui program ini, Bawaslu Bali mengajak jajaran sekretariat untuk tidak hanya membersihkan lingkungan kantor, tetapi juga mengoptimalkan lahan kosong dengan menanam tanaman produktif. Fokus kegiatan diarahkan pada perapian tumbuhan rambat yang mulai tumbuh liar serta penanaman bibit tomat dan terong di area kebun kantor. 

Program Jumpa Berlian sendiri merupakan akronim dari nilai-nilai yang diusung, yakni JU (Jujur), MPA (Menanam, Pelihara, dan Amankan), BER (Bersih), serta LIAN (Lingkungan dan Alam Nyata). Konsep ini menjadi kerangka kegiatan yang memadukan kepedulian terhadap lingkungan dengan penguatan budaya kerja yang sehat dan kolaboratif. 

Kegiatan diawali dengan aksi bersih-bersih di sejumlah titik halaman. Pegawai tampak bahu-membahu mencabuti tanaman liar dan merapikan sulur-sulur tumbuhan rambat yang menutup pagar serta sebagian area kebun. Setelah area lebih tertata, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit sayuran sebagai langkah konkret memanfaatkan lahan yang sebelumnya kurang produktif. 

Beberapa lubang tanam yang telah disiapkan diisi dengan bibit tomat dan terong. Selain mudah dirawat, kedua jenis tanaman tersebut dipilih karena hasilnya dapat dimanfaatkan bersama oleh seluruh pegawai di lingkungan Bawaslu Bali. 

Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Bali, Ida Bagus Putu Adinatha, mengatakan bahwa Jumpa Berlian dirancang untuk membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan kerja, sekaligus menciptakan suasana kantor yang lebih segar dan nyaman.
“Kami ingin lingkungan kantor tidak hanya bersih, tetapi juga memberi manfaat. Dengan menanam tomat dan terong, lahan yang sebelumnya hanya ditumbuhi rumput liar kini bisa dimanfaatkan secara lebih fungsional,” ujar Adinatha di sela-sela kegiatan. 

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ruang penyegaran di tengah rutinitas pekerjaan yang padat. Interaksi dalam suasana santai dinilai mampu memperkuat kebersamaan dan komunikasi antarpegawai. “Kegiatannya memang sederhana, tetapi dampaknya besar. Selain lingkungan menjadi lebih asri, kebersamaan dan rasa memiliki terhadap kantor juga semakin kuat,” tambahnya. 

Melalui Program Jumpa Berlian, Bawaslu Bali mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih bersih, hijau, dan nyaman melalui keterlibatan langsung seluruh jajaran. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kebiasaan positif yang terus berlanjut, tidak hanya sebagai agenda seremonial, tetapi sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari. 

Bibit tomat dan terong yang kini mulai tertanam di kebun kantor menjadi simbol upaya merawat lingkungan secara sederhana namun konsisten. Seiring waktu, tanaman tersebut diharapkan tumbuh dan memberi manfaat, sebagaimana semangat kebersamaan yang terus dipupuk melalui kegiatan Jumpa Berlian di lingkungan Bawaslu Bali.

Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Bali

Tag
JumpaBerlian
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle