MEMASTIKAN KESIAPAN ANGGARAN PENGAWASAN PILGUB TAHUN 2018, BAWASLU BALI GAGAL TEMUI SEKDA PROVINSI BALI
|
Selasa, 6 Juni 2017 seluruh Pimpinan Bawaslu Provinsi Bali didampingi Kepala Sekretariat dan para Kasubag Bawaslu Provinsi Bali mendatangi Kantor Gubernur Bali, Niti Mandala Renon guna mendapat tanggapan dari Pemprov Bali terkait kepastian anggaran pengawasan pada Pilgub Bali 2018, hal ini berdasarkan surat yang sebelumnya sudah dikirimkan Bawaslu Bali kepada Pemprov dalam hal ini Sekretaris Daerah Provinsi Bali untuk memohon kiranya diberikan waktu bertemu membahas anggaran pada hari tersebut. Namun sampai kemarin kepastian anggaran belum juga didapatkan oleh Bawaslu Provinsi Bali.
"Kami datang atas inisiatif sendiri. Soalnya, kami telah bersurat Jumat lalu, untuk mohon audiensi hari ini (kemarin). karena tidak ada konfirmasi apakah kami diterima atau tidak, makanya kami berinisiatif datang. Sebab kami takut jangan-jangan kami sudah ditunggu dan kami tidak datang, kami nanti yang salah" ujar Ketua Bawaslu Bali I Ketut Rudia kepada salah seorang staf Sekda Provinsi Bali. atas penjelasan tersebut dijawab staf Sekda yang menerima bahwa surat yang diajukan sebelumnya sudah diterima oleh Sekda Provinsi Bali, dan sudah didisposisi ke Biro Pemerintahan, perintahnya agar Biro Pemerintahan melaporkan kepada Gubernur. atas jawaban tersebut kepada awak media yang ada mengatakan bahwa Bawaslu Bali serius dan ingin segera mendapatkan kepastian terkait dana pengawasan Pilkada Serentak 2018 khususnya Pemilihan Gubernur Bali tahun 2018, apalagi per tanggal 9 Juni 2017 ini Bawaslu akan menetapkan tim seleksi (Timsel) dalam rangka rekrutmen anggota Panwas Kab/Kota se-Provinsi Bali. Ditambahkannya lagi bahwa Senin lalu kondisi ini telah dilaporkan kepada Ketua Bawaslu RI terkait fasilitasi anggaran oleh Pemprov dan 2 Pemda untuk Pilkada Tahun 2018 dan atas laporan tersebut Ketua Bawaslu RI terlihat kecewa. Atas Kondisi ini Bawaslu Provinsi Bali berharap sesegera mungkin mendapat kepastian, kapan dan dimana dapat menemui Sekda Provinsi Bali, sebab pihaknya juga memiliki agenda yang cukup padat.