Menggugat Apatisme Demokrasi: Bawaslu Bali Jawab Tantangan dengan Strategi Edukatif
|
Denpasar, Bawaslu Bali — Demokrasi bukan sekadar menentukan pemenang. Ia adalah proses panjang yang harus dikawal bersama. Sayangnya, kesadaran sebagian masyarakat masih berhenti di bilik suara, padahal tantangan terbesar justru terjadi sebelum dan sesudah pencoblosan.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, menyampaikan bahwa kesenjangan pemahaman inilah yang menjadi perhatian serius Bawaslu saat ini.
“Banyak orang tahu kenapa mereka harus mencoblos. Tapi tidak semua orang paham kenapa proses sebelum pencoblosan juga harus diawasi. Kita tidak bisa bicara demokrasi yang sehat jika rakyat hanya terlibat pada hari H,” tegasnya, Senin (21/7/2025).
Ariyani menekankan bahwa seluruh tahapan pemilu, dari penyusunan daftar pemilih, pencalonan, masa kampanye, distribusi logistik, hingga penghitungan suara rentan terhadap pelanggaran jika tanpa partisipasi publik. Oleh karena itu, Bawaslu Bali tidak tinggal diam.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Bawaslu Bali telah menginisiasi sejumlah langkah strategis:
Pendidikan Pengawas Partisipatif: Melalui forum warga, diskusi kampus, dan kolaborasi dengan komunitas lokal, Bawaslu Bali mengembangkan pendekatan edukatif untuk meningkatkan literasi pengawasan di kalangan masyarakat akar rumput.
Sosialisasi Kritis di Luar Musim Pemilu: Melalui media sosial, konten kreatif, dan kampanye daring, Bawaslu Bali memanfaatkan masa jeda tahapan elektoral untuk menanamkan pemahaman bahwa pengawasan adalah kerja kolektif dan tak kenal musim.
Kolaborasi Antar Lembaga dan Institusi Pendidikan: Penguatan jejaring kerja dengan lembaga pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat sipil menjadi bagian dari strategi Bawaslu dalam memperluas jangkauan pengawasan berbasis nilai dan pengetahuan.
“Jika apatisme berkembang di publik maka itu tugas penyelenggara dalam mengantisipasi, kami di Bawaslu telah menyun strategi antisipasinya," pungkas Ariyani pasca pelaksanaan Apel pagi.