Orientasi PPPK Bawaslu Bali 2026 Perkuat Integritas dan Karakter ASN BerAKHLAK
|
Denpasar, Bawaslu Bali – Penguatan kompetensi dan karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara yang menekankan internalisasi nilai dasar ASN BerAKHLAK, Bawaslu Provinsi Bali menggelar Pembukaan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2026 secara daring, Senin (14/7).
Orientasi yang berlangsung selama sepuluh hari, mulai 14 hingga 23 Juli 2026 tersebut diikuti oleh 99 peserta yang dibagi ke dalam tiga kelas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman PPPK mengenai kedudukan dan peran ASN dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan akuntabel, menanamkan nilai-nilai BerAKHLAK, serta membangun karakter ASN Bawaslu yang disiplin, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan lembaga.
Kepala Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu RI, Roy M. Siagian, menjelaskan bahwa pelaksanaan orientasi tahun ini mengadopsi metode pembelajaran daring dengan memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari transformasi pembelajaran di lingkungan Bawaslu.
Menurutnya, perubahan metode pelaksanaan tidak mengurangi substansi maupun kualitas pembelajaran yang diberikan kepada peserta.
"Pelaksanaan orientasi tahun ini memang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika dahulu dilaksanakan secara tatap muka, kini dilakukan secara daring dengan mengadopsi implementasi teknologi. Kami berharap seluruh materi tetap dapat diikuti dengan baik oleh seluruh peserta," jelas Roy.
Ia menegaskan bahwa menjadi ASN di lingkungan Bawaslu merupakan amanah besar yang menuntut kemampuan beradaptasi terhadap dinamika organisasi, khususnya saat memasuki tahapan Pemilu dan Pemilihan.
Roy juga mengingatkan bahwa setiap PPPK harus mampu menjaga integritas dan independensi sebagai bagian dari karakter dasar ASN Bawaslu.
"Orientasi ini merupakan langkah awal membentuk karakter ASN Bawaslu yang tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga memiliki cara berpikir strategis, mampu beradaptasi terhadap perubahan, memanfaatkan perkembangan teknologi, serta terus mengembangkan kompetensi diri. Jangan pernah merasa nyaman di zona nyaman. ASN Bawaslu harus mampu menghadirkan inovasi yang memberikan dampak positif bagi kelembagaan sehingga mampu meningkatkan kepercayaan publik kepada Bawaslu," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, menekankan bahwa orientasi merupakan bekal penting bagi PPPK sebelum menjalankan tugas di lingkungan Bawaslu. Menurutnya, peserta akan memperoleh pemahaman mengenai tugas dan fungsi kelembagaan, regulasi, hingga etika sebagai penyelenggara negara yang dipercaya masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja melalui kesadaran, kedisiplinan, dan rasa syukur sebagai bagian dari karakter ASN.
"Sadar sebagai bagian dari SDM Bawaslu berarti kita harus mampu menjaga integritas. Disiplin juga menjadi hal yang sangat penting karena mekanisme kerja di Bawaslu banyak dibatasi oleh tenggat waktu, terutama dalam penanganan pelanggaran maupun penyelesaian sengketa. Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat memberikan kontribusi terbaik bagi lembaga yang kita cintai ini," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Suguna turut memperkenalkan nilai-nilai yang menjadi pengingat budaya kerja di lingkungan Bawaslu melalui akronim BAWASLU, yakni Berintegritas, Amanah, Wibawa, Adil, Santun, Loyal, dan Unggul. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi pondasi dalam menjaga marwah dan kepercayaan publik terhadap lembaga.
Pada sesi sebelumnya, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Ariyani, mengajak seluruh peserta untuk mengikuti orientasi secara sungguh-sungguh dan mengimplementasikan setiap materi yang diperoleh selama kegiatan berlangsung.
"Orientasi ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Cermati seluruh materi yang disampaikan para narasumber dan terapkan ilmu yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sebagai ASN Bawaslu," pesannya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Diklat Bawaslu Provinsi Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma, berharap orientasi menjadi bekal awal bagi PPPK dalam memahami budaya kerja dan mendukung pelaksanaan tugas di lingkungan Bawaslu.
"Selamat mengikuti orientasi kepada seluruh PPPK yang bergabung di Bawaslu Provinsi Bali. Jadikan kegiatan ini sebagai bekal untuk melaksanakan setiap tugas dan tanggung jawab di organisasi ini," katanya.
Pembukaan Orientasi PPPK Bawaslu Provinsi Bali Tahun 2026 turut dihadiri Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu Provinsi Bali I Wayan Wirka serta Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Bali Gede Sutrawan. Selama pelaksanaan orientasi, jajaran pimpinan Bawaslu Provinsi Bali juga akan menjadi narasumber dengan memberikan pembekalan kepada para peserta mengenai kelembagaan, tugas dan fungsi pengawasan, serta penguatan nilai-nilai ASN di lingkungan Bawaslu.
Penulis dan Foto : Humas Bawaslu Bali
Editor : Humas Bawaslu Bali