Pelaksanaan SKPP Tingkat Menengah Segera Dimulai, Pemberian Materi Harus Lebih Banyak Diskusi Dan Simulasi
|
Denpasar, Bawaslu Bali – Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) di Provinsi Bali akan memasuki jenjang menengah, sebanyak 30 orang peserta hasil seleksi dari pelaksanaan SKPP tingkat dasar sebelumnya akan kembali dikumpulkan untuk mengikuti pengembangan lanjutan untuk memperdalam pemahaman mengenai pengawasan partisipatif.
Guna mempersiapkan pelaksaanaan SKPP tingkat menengah, Bawaslu Provinsi Bali menyelenggarakan pembekalan bagi narasumber dan fasilitator yang akan mengisi materi pada pelaksanaan SKPP tingkat menengah tersebut.
Hadir pada kesempatan itu, Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Bali, I Wayan Widyardana Putra, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Bali, I Wayan Wirka, Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi Bawaslu Bali, I Ketut Rudia, Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Bali, I Ketut Sunadra, dan Ketua serta Kordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kabupaten/Kota, Kamis (30/9).
Widy menuturkan, kegiatan ini merupakan penyamaan persepsi dan pembagian peran dalam pelaksanaan SKPP tingkat menengah nanti, dirinya menekankan, dari hasil pelaksaaan SKPP tingkat dasar kemarin, efisiensi waktu perlu diperhatikan.
“Saya ingin tekankan bahwa dari hasil pelaksanaan SKPP tingkat dasar kemarin, ada beberapa evaluasi salah satunya adalah masalah waktu, jadi untuk teman-teman fasilitator dan narasumber efisiensi waktu dalam pelaksanaan SKPP menengah ini harus sangat diperhatikan,” tutur Anggota Bawaslu Bali itu.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, peserta yang mengikuti pelaksanaan SKPP tingkat menengah ini merupakan orang-orang yang telah memenuhi standar dari pelaksanaan SKPP tingkat dasar.
“Tingkat dasar kemarin merupakan pengenalan sedangkan tingkat menengah kali ini merupakan pendalaman dari materi-materi yang mereka telah pelajari di tingkat dasar,” ujar pria penggemar the beatless tersebut.
Dikesempatan yang sama, Wirka meminta kepada fasilitator dan narasumber ketika kelas nanti untuk lebih banyak memberikan materi dalam bentuk diskusi dan simulasi daripada hanya komunikasi satu arah.
“Berkaitan dengan pelaksanaan SKPP tingkat menengah nanti, fasilitator maupun narasumber agar lebih memberi ruang diskusi ataupun simulasi kepada para peserta, agar kelas tersebut tidak monoton dan terkesan komunikasi satu arah,” pinta yang baru menyelesaikan studi S2 itu.
Sebagai informasi pelaksaan SKPP tingkat menenengah nanti akan berlangsung selama 5 hari dengan penerapan protokol Kesehatan yang ketat, dimana akan dilakukan swab tes sebelum registrasi.