Pendekatan Sosial, Cara Bawaslu Bali Cegah Kecurangan Pilkada Serentak
|
Badung, Bawaslu Bali – Anggota Bawaslu Bali, I Wayan Wirka, menegaskan Sentra Gakkumdu saat ini harus berfokus kepada upaya-upaya preventif dalam menangani pelanggaran pemilihan. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan monitoring dan evaluasi yang berlangsung di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Badung, Sabtu (14/9).
"Kita harus pahami bahwa penindakan itu adalah langkah terakhir. Jadi, yang utama bagi kita adalah bagaimana melakukan pencegahan terlebih dahulu," ujar Wirka dalam evaluasinya. Menurutnya, peran Sentra Gakkumdu kini tidak hanya berkutat pada penindakan, tetapi juga memperkuat pencegahan sebagai langkah proaktif untuk meminimalisir pelanggaran.
Wirka juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan aparat penegak hukum dalam upayanya tersebut. "Dalam pencegahan, kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita perlu melibatkan kejaksaan dan kepolisian yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu untuk bersama-sama mencegah terjadinya pelanggaran," imbuh pria asal Baturiti tersebut.
Dalam penjelasannya, Wirka menggarisbawahi bahwa langkah pencegahan yang diambil bukan hanya pencegahan normatif, tetapi juga melibatkan pendekatan sosiologis. Ia mencontohkan potensi kerawanan yang mungkin terjadi salah satunya adalah keterlibatan oknum bendesa adat dalam proses pemilihan. "Potensi yang perlu diwaspadai saat pemilihan adalah adanya pengaruh bendesa adat yang bisa menghimpun atau mempengaruhi masyarakat untuk memilih atau tidak memilih pasangan calon tertentu," jelas Wirka.
Ia menambahkan, meskipun secara normatif keterlibatan bendesa adat tidak dilarang, situasi ini bisa dimanfaatkan oleh para calon untuk meraih keuntungan politik. "Masyarakat adat sangat terpengaruh oleh para bendesa adat. Ini bisa menjadi celah bagi calon untuk mempengaruhi pilihan masyarakat," kata Wirka.
Untuk itu, ia menekankan perlunya memberikan imbauan serta pendekatan sosiologis kepada para bendesa adat demi mencegah keterlibatan mereka dalam mempengaruhi masyarakat. "Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melakukan pendekatan secara sosiologis dan menyampaikan pesan kepada para bendesa adat agar mereka tidak terlibat dalam menghimpun atau mempengaruhi masyarakat dalam proses pemilihan," pungkasnya.