Penguatan Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Bali Gaet STIMI Handayani Bali
|
Denpasar, Bawaslu Bali – Untuk memperkuat pengawasan partisipatif di kalangan akademisi, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Bali mengadakan audiensi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Handayani Bali. Pertemuan ini bertujuan membangun kerja sama strategis dalam meningkatkan literasi demokrasi dan kesadaran mahasiswa terhadap kepemiluan.
Audiensi yang berlangsung di kampus STIMI Handayani ini dipimpin Kepala Bagian Pengawasan dan Humas Bawaslu Bali, Ni Luh Supri Cahayani, dan diterima langsung oleh Ketua Yayasan STIMI, Ida Bagus Radendra, Ketua STIMI, Ketut Karwini, Sekretaris Yayasan, Wiryawan, serta jajaran pengurus yayasan, Menuh dan Wayan Tantra.
Dalam paparannya, Supri Cahayani menegaskan bahwa Bawaslu memiliki tanggung jawab untuk terus melakukan sosialisasi dan pendidikan demokrasi kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk civitas academica.
“Kami senantiasa melaksanakan fungsi Bawaslu dalam memberikan sosialisasi dan pendidikan demokrasi kepada masyarakat, termasuk lingkungan akademisi dan universitas. Harapannya, ketika Pemilu dan Pilkada tiba, masyarakat sudah lebih peduli dan sadar akan hak-hak mereka serta memahami hal-hal yang tidak boleh dilakukan dalam setiap tahapan,” ungkap Supri.
Gayung bersambut, Ketua Yayasan STIMI Handayani Bali, Ida Bagus Radendra, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Bawaslu Bali. Menurutnya, kerja sama dengan lembaga pengawas Pemilu sangat penting untuk menanamkan nilai demokrasi sejak dini di lingkungan kampus.
“Terima kasih sudah datang ke kampus kami. Kebetulan dalam waktu dekat akan ada PKKMB atau Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru, yang bisa menjadi momen tepat bagi Bawaslu untuk menyampaikan edukasi kepada mahasiswa baru,” ujarnya.
Senada dengan itu, Pengurus STIMI Handayani Bali, Wayan Tantra, menambahkan bahwa kerja sama ini selaras dengan upaya perguruan tinggi meningkatkan Indeks Kinerja Utama (IKU).
“Kerja sama ini akan kami formalisasikan dalam bentuk MoA, di mana Bawaslu akan memberikan materi sosialisasi kepemiluan kepada mahasiswa baru. Kami berharap ini bisa berlanjut setiap tahun, dan hasil kerja sama ini juga akan kami laporkan dalam laporan kinerja perguruan tinggi,” jelasnya.
Melalui audiensi ini, Bawaslu Bali berharap kerja sama dengan STIMI Handayani Bali tidak hanya memperkuat literasi demokrasi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam Pemilu dan Pilkada secara berkelanjutan.