Peringati Bulan Bung Karno, Wiratma :Bung Karno Ajar Kita Menjaga Rakyat, Bukan Kekuasaan
|
Denpasar, Bawaslu Bali - Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma hadiri Undangan Pemerintah Daerah Bali terkait pembukaan Bulan Bung Karno di Art Center, Minggu (1/6/2025).
Dalam kesempatan itu, Wiratma menegaskan pentingnya menjadikan momen Bulan Bung Karno sebagai pengingat akan nilai luhur demokrasi Indonesia yang berakar dari semangat gotong royong dan keberpihakan kepada rakyat kecil.
"Tadi kita menyaksikan sendiri bagaimana semangat Bung Karno dihidupkan lewat simbol budaya dan pidato-pidato penuh semangat. Bagi kami di Bawaslu, ini menjadi peneguhan kembali bahwa demokrasi bukan sekadar prosedur, tapi soal keberadaban. Ini adalah komitmen kita menjaga kedaulatan rakyat dengan hati dan integritas," ujar Wiratma saat ditemui di sela-sela acara.
Ia menambahkan bahwa Bung Karno telah memberi teladan bagaimana kekuasaan seharusnya bersumber dari rakyat dan digunakan untuk kepentingan rakyat. Oleh karena itu, pengawasan pemilu tidak boleh dipisahkan dari semangat perjuangan tersebut.
"Kami di Bawaslu Bali percaya bahwa mengawal pemilu yang jujur, adil, dan inklusif adalah bagian dari meneruskan perjuangan Bung Karno. Kita ingin demokrasi yang tidak elitis, yang menjangkau seluruh warga—terutama mereka yang selama ini berada di pinggir," tegasnya.
Wiratma juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran politik yang berakar pada kebudayaan dan nilai lokal. Menurutnya, Bulan Bung Karno bukan hanya ajang seremoni, melainkan ruang refleksi untuk semua elemen bangsa agar kembali pada akar ideologis kebangsaan.
"Kita bisa lihat, generasi muda hadir hari ini. Komunitas seni, pelajar, mahasiswa, semua ikut merayakan. Ini momentum yang harus kita teruskan dalam bentuk pendidikan politik yang membumi, bukan yang kaku dan birokratis. Demokrasi harus hidup di desa, di kampus, di komunitas adat, di hati rakyat," tambahnya.
Bawaslu Bali menyatakan akan terus memperkuat kerja-kerja pengawasan partisipatif dengan pendekatan yang lebih humanis, kolaboratif, dan berbasis nilai-nilai lokal yang diwariskan Bung Karno, termasuk semangat keberanian, kesetaraan, dan cinta tanah air.