Rapat Evaluasi Pengawasan, Ichal Minta Kader SKPP Tanamkan dan Gemakan Prinsip Defending Elections
|
Jimbaran, Bawaslu Bali - Sekretaris Jenderal Asian Democracy Network, Supriadi (Ichal) menyampaikan bahwa program Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) merupakan sebuah wadah yang akan menjadi penopang bagaimana wajah demokrasi Indonesia kedepannya. Hal tersebut disampaikan Ichal saat menjadi narasumber dalam acara Rapat Evaluasi Pengawasan Partisipatif yang digelar Bawaslu Bali di Jimbaran Bay Beach, jumat (15/7).
Lebih jauh, Ichal menegaskan bagaimana SKPP nanti mampu menanamkan dan selalu menggemakan prinsip Defending Elections kepada skala masyarakat yang lebih luas. Bukan tanpa alasan, Ichal menganggap bahwa Pemilu merupakan proses demokrasi yg akan diserang pertama untuk melitimigasi kekuasaan.
“Kader SKPP ini nanti sebagai sebuah wadah yang diharapkan mampu untuk menanamkan dan menggemakan prinsip defending election, karena Pemilu merupakan proses demokrasi yg akan diserang duluan untuk melitimigasi kekuasaan,” Kata Ichal dihadapan para kader SKPP yang menjadi peserta Rapat Evaluasi.
Pernyataan Ichal tersebut sontak menuai pertanyaan salah satu Kader SKPP, Dewa Ayu Wacik, dirinya menanyakan seberapa jauh peran mereka sebagai kader - kader SKPP mampu merubah dan menjaga proses demokrasi Indonesia.
“Apakah Kami sebagai kader SKPP bisa berkontribusi sejauh itu untuk demokrasi bangsa ini?,” tanya Wacik pesimis.
Menanggapi hal tersebut, Ichal menegaskan bahwa dilakukannya sosialisasi terkait defending election adalah bagian dari voter education. Yang dilakuakan Bawaslu dan SKPP hari ini merupakan sebuah investasi untuk masa depan demokrasi di Indonesia kedepannya.
“Percayalah akan ada saat dimana lima sampai sepuluh tahun lagi semua akan mulai sadar bagaimana pentingnya melawan kejahatan Pemilu, jika memang belum bisa di generasi hari ini, akan ada generasi selanjutnya, itulah goals besar dari voter education yang menjadi misi dari SKPP,” pungkas Pemantau Pemilu tersebut.
Selain Ichal, acara Rapat Evaluasi tersebut dihadiri juga oleh Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani yang didampingi tiga Anggotanya, I Wayan Widyardana Putra, I Wayan Wirka, dan I Ketut Rudia, serta Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Bali.