Rawat Kantor sebagai Rumah Kedua, Ketua Bawaslu Bali Dorong Penguatan Budaya Kerja dan Green Office
|
Bangli, Bawaslu Bali – "Memelihara bukan hanya memelihara diri, tetapi juga memelihara rumah kedua kita, yakni kantor sebagai tempat kita bekerja. Di sanalah komitmen terhadap sumpah dan janji yang telah kita sepakati harus diwujudkan dalam tindakan nyata," demikian ditegaskan Ketua Bawaslu Provinsi Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, saat melaksanakan Monitoring Kelembagaan di Bawaslu Kabupaten Bangli, Senin (13/7/2026).
Menurut Suguna, lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan nyaman merupakan cerminan budaya organisasi sekaligus tanggung jawab seluruh jajaran, bukan hanya pimpinan. Ia menilai perubahan yang terjadi di Bawaslu Kabupaten Bangli menunjukkan perkembangan yang positif setelah adanya penataan kelembagaan beberapa waktu lalu.
"Saya melihat ada perubahan yang cukup signifikan. Setiap daerah sekarang mulai bergerak melakukan pembenahan, baik dari sisi kebersihan maupun penataan kantor. Yang dibutuhkan adalah penggerak yang mampu menumbuhkan rasa memiliki sehingga seluruh jajaran memiliki kepedulian terhadap kantor sebagai rumah bersama," ungkapnya.
Lebih lanjut, Suguna menekankan bahwa kepemimpinan tidak hanya diukur dari kemampuan memberikan arahan, tetapi juga dari keteladanan dalam bekerja. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu menghadirkan inovasi, membangun semangat gotong royong, serta menyelaraskan antara perkataan dan tindakan sehingga mampu menggerakkan seluruh pegawai di bawah koordinasinya.
Ia berharap semangat penataan lingkungan yang telah dibangun tidak berhenti pada kegiatan tertentu, termasuk menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Bawaslu Kabupaten/Kota yang akan diisi dengan berbagai perlombaan. "Yang terpenting bukan hanya membuat perubahan, tetapi bagaimana kita mampu memeliharanya secara berkelanjutan agar kantor tetap menjadi tempat kerja yang nyaman, asri, dan memberikan energi positif bagi seluruh jajaran," pesannya.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Bali, Ida Bagus Putu Adinatha, menjelaskan bahwa Program Jumpa Berlian pada dasarnya merupakan media pembelajaran yang menanamkan nilai integritas, kejujuran, kepedulian terhadap lingkungan, serta rasa syukur melalui tindakan nyata.
Ia menerangkan bahwa kegiatan tersebut mengajarkan pentingnya merawat kehidupan, termasuk menjaga lingkungan kerja agar tetap lestari. Menurutnya, memelihara sesuatu yang telah tumbuh jauh lebih membutuhkan komitmen dibandingkan sekadar menciptakan atau bahkan menghilangkannya.
"Program Jumpa Berlian bukan sekadar menjalankan sebuah agenda. Ada pembelajaran yang ingin dibangun, yaitu bagaimana kita membiasakan kejujuran, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten," jelas Adinatha.
Lebih jauh, ia menilai upaya membangun Green Office juga menjadi bagian dari penguatan budaya kerja di lingkungan Bawaslu. Bahkan, pengelolaan lingkungan yang dilakukan Bawaslu Provinsi Bali, termasuk pengembangan teba modern, telah memperoleh apresiasi dari Bawaslu RI.
Oleh karena itu, Adinatha mengingatkan agar seluruh jajaran sekretariat tidak memandang program tersebut sebagai beban tambahan, melainkan sebagai investasi bersama untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.
"Saya mengapresiasi langkah-langkah yang sudah dilakukan di Bangli. Meskipun perubahan itu baru dimulai, tidak menjadi persoalan. Yang terpenting adalah adanya kemauan untuk berubah dan komitmen merawat apa yang sudah dibangun bersama," pungkasnya.
Penulis dan Foto : Humas Bawaslu Bali
Editor : Humas Bawaslu Bali