Tanpa Batas Tahapan, Wiratma Ajak Pengawas Jadi Pekerja Demokrasi
|
Gianyar, Bawaslu Bali - “Kita adalah pekerja demokrasi.” Kalimat ini disampaikan dengan penuh semangat oleh Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma, saat membuka kegiatan Fasilitasi Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu yang digelar di Swan Paradise, Gianyar, Sabtu (26/7).
Bagi Wiratma, pernyataan tersebut bukan sekadar slogan, melainkan amanat langsung dari pimpinan Bawaslu RI yang perlu dimaknai secara mendalam oleh seluruh jajaran pengawas, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
"Menjadi pekerja demokrasi artinya kita tidak hanya hadir saat tahapan Pemilu berlangsung, tapi juga aktif menjaga semangat demokrasi setiap waktu. Kita harus bisa menghidupkan nilai-nilai partisipasi, keadilan, dan kesadaran politik di masyarakat," tegasnya.
Ia menekankan bahwa masa jeda tahapan bukan alasan untuk berdiam diri. Sebaliknya, para pengawas harus memanfaatkan waktu ini untuk menyasar seluruh elemen masyarakat mulai dari organisasi kemasyarakatan, LSM, hingga tokoh masyarakat di wilayah kerja masing-masing. Menurutnya, edukasi demokrasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar pemahaman publik terhadap nilai-nilai demokrasi makin mengakar.
“Pimpinan ingin melihat sejauh mana kita sudah bergerak di lapangan. Temukan LSM, tokoh masyarakat, atau organisasi yang bisa kita ajak sosialisasi. Tujuannya, agar pada 2029 indeks demokrasi kita meningkat dan partisipasi masyarakat dalam mengawasi Pemilu ikut naik,” urainya.
Untuk itu, Wiratma meminta seluruh jajaran menyusun laporan mengenai organisasi atau lembaga yang telah dijangkau serta bentuk kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan. Hal ini, imbuhnya, menjadi ukuran konkret dari upaya membangun demokrasi yang partisipatif.
“Jangan menunggu tahapan. Teman-teman harus proaktif. Bulan ini saya minta data organisasi mana saja yang sudah kita sentuh, dan edukasi apa saja yang sudah kita lakukan,” pungkasnya menutup arahan.