Tatap Muka Dengan Mahasiswa, Ariyani Mendorong Partisipasi Aktif Pemuda Dalam Pemilu
|
Denpasar, Bawaslu Bali - Besarnya suatu Bangsa tercermin dari partisipasi para pemuda. Sejarah mencatat, bahwa pemuda memiliki peran sangat penting dalam setiap perubahan yang terjadi di negeri ini. Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Empat Konsensus Berbangsa bertajuk “Tegakkan Prinsip Kebhinekaan menuju Pemilu 2024 yang Damai dan Demokratis” yang digelar oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat yang bekerja sama dengan Universitas Warmadewa di kampusnya, Sabtu (24/6).
Dalam proses tahapan Pemilu, Lanjut Ariyani, Bawaslu dan KPU diberikan mandat oleh Undang - Undang sebagai penyelenggara Pemilu, namun untuk menciptakan Pemilu yang Demokratis merupakan tanggung jawab semua pihak.
“Bawaslu dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasan tentu tidak bisa sendiri, kami membutuhkan partisipasi dalam hal mengawasi, utamanya saat menemukan indikasi pelanggaran, bisa memberikan informasi ke Bawaslu untuk kami tindaklanjuti,” ungkap Ariyani.
Pernyataan Ariyani sontak mematik pertanyaan dari peserta yang terdiri dari Mahasiswa Warmadewa yang menjadi peserta.
Salah satunya, bagaimana mekanisme pelaporan bisa dilakukan, dan apa upaya Bawaslu dalam perlindungan terhadap pelapor yang mungkin saja ada tekanan di tahun - tahun politik.
“Jika kami berpartisipasi, bagaimana kami bisa melaporkan apabila ada indikasi yang kami temukan? Dan apakah ada perlindungan terhadap pelapor?,” tanya salah seorang peserta.
Menanggapi hal tersebut, Ariyani menyampaikan bahwa laporan bisa diajukan melalui aplikasi yang telah dibuat oleh Bawaslu, menurut Ariyani, Pelapor saat memberikan laporannya tidak perlu datang ke Kantor Bawaslu.
“Kami memiliki aplikasi yang memudahkan masyarakat untuk memberikan informasi awal laporan, melalui SiGap Lapor, saat memberikan informasi awal tidak perlu datang ke kantor kami, nanti kami yang akan menindaklanjutinya,” ungkap Srikandi Bawaslu Bali tersebut menjelaskan.
Disisi lain, Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Made Mangku Pastika menyampaikan bahwa perhelatan Pemilu merupakan bentuk sarana kedaulatan Rakyat, Pemimpin Bangsa dan Pembuat Peraturan dihasilkan dari Pemilu. Berangkat dari hak tersebutlah, pentingnya masyarakat turut mengawasi agar tercipta delegasi - delegasi jujur yang mewakili kepentingan rakyat.
“Politik yang membuat peraturan, dan peraturan yang membesarkan politik, itulah alasan kenapa perlu seluruh elemen masyarakat terlibat, perlu berpartisipasi dalam Pemilu,” pungkas Pastika.
Selain Ariyani dan Pastika, turut hadir menjadi Narasumber dalam kegiatan tersebut, Ketua Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali, A.A. Gede Oka Wisnumurti.